Kayla menghadapi kesulitan saat diminta membayar pesanan di sebuah kedai, tapi ia tidak punya uang. Seorang kakek yang ramah ikut membantu dengan membayar tagihan dan mengajak Kayla mengenal cucunya. Kakek itu berharap Kayla bisa menjadi menantunya, namun ia menolak karena fokus bekerja keras. Di sisi lain, kakek tersebut menunjukkan perhatian lebih dengan memberinya nomor telepon dan menyatakan niat baiknya. Namun, saat kakek itu bertemu dengan orang lain, ada pembicaraan serius soal menantu yang belum ada, memicu rencana untuk melamar Kayla. Konflik dan keputusan Kayla terkait tawaran kakek masih menggantung.