Pak Axel menghadapi kondisi penyakit kritis yang memaksa dia memilih antara hidupnya sendiri atau Naomi, seorang murid miskin yang dekat dengannya. Dokter memberitahu bahwa hanya satu yang bisa bertahan, memberi tekanan besar pada Pak Axel yang akan berulang tahun ke-30 dalam tiga hari. Sementara itu, Naomi dan Bibi Wina merencanakan kejutan ulang tahun untuk Pak Axel yang akan pulang besok. Namun, rencana itu mendapat penolakan dari anggota keluarga Nirwa yang menganggap merayakan ulang tahun sebagai hal tabu, meninggalkan ketegangan tersisa tentang bagaimana Pak Axel akan menghadapi keputusan hidupnya dan reaksi keluarganya.
Pak Axel dalam keluarga Nirwa menghadapi ulang tahunnya yang ke-30, batas kehidupannya menurut tradisi "Tubuh Jurna Murni" yang menakutkan. Meskipun takut merayakan ulang tahun karena percaya itu mengurangi waktunya, hari itu dia dipaksa untuk menjalani ritual bersama Nona Naomi, meski hal ini mengancam nyawa Naomi. Konflik muncul saat orang-orang di sekitarnya berusaha membujuk Pak Axel agar bersedia berdoa demi keselamatannya. Di tengah tekanan itu, Pak Axel mendapatkan hadiah ulang tahun yang misterius, meninggalkan ketegangan soal nasibnya dan hubungan dengan Naomi yang belum terjawab.
Axel Nirwa, CEO Grup Nirwa, memburu satu-satunya penawar yang bisa menyelamatkannya: wanita dengan tanda lahir berbentuk bunga persik di pinggang. Ia telah mengelilingi negeri tanpa menemukannya. Tanda itu menandai Tubuh Filsa Murni, satu-satunya yang mampu menetralkan Tubuh Jurna Murni milik Axel. Karena kelahirannya dengan Tubuh Jurna Murni, Racun Jurna terus menggerogoti tubuhnya. Satu-satunya cara menghilangkannya sepenuhnya adalah tidur bersama pemilik Tubuh Filsa Murni. Waktu kian menipis; nyawanya bergantung pada pertemuan yang tak kunjung terjadi. Pencarian menjadi ujian moral dan emosional: bagaimana menyelamatkan diri tanpa mengorbankan kehendak atau keselamatan wanita itu? Di ambang kematian, Axel harus menghadapi pilihan yang menentukan nasib mereka berdua.
Axel Nirwa, CEO Grup Nirwa, memburu satu-satunya penawar yang bisa menyelamatkannya: wanita dengan tanda lahir berbentuk bunga persik di pinggang. Ia telah mengelilingi negeri tanpa menemukannya. Tanda itu menandai Tubuh Filsa Murni, satu-satunya yang mampu menetralkan Tubuh Jurna Murni milik Axel. Karena kelahirannya dengan Tubuh Jurna Murni, Racun Jurna terus menggerogoti tubuhnya. Satu-satunya cara menghilangkannya sepenuhnya adalah tidur bersama pemilik Tubuh Filsa Murni. Waktu kian menipis; nyawanya bergantung pada pertemuan yang tak kunjung terjadi. Pencarian menjadi ujian moral dan emosional: bagaimana menyelamatkan diri tanpa mengorbankan kehendak atau keselamatan wanita itu? Di ambang kematian, Axel harus menghadapi pilihan yang menentukan nasib mereka berdua.
Axel Nirwa, CEO Grup Nirwa, memburu satu-satunya penawar yang bisa menyelamatkannya: wanita dengan tanda lahir berbentuk bunga persik di pinggang. Ia telah mengelilingi negeri tanpa menemukannya. Tanda itu menandai Tubuh Filsa Murni, satu-satunya yang mampu menetralkan Tubuh Jurna Murni milik Axel. Karena kelahirannya dengan Tubuh Jurna Murni, Racun Jurna terus menggerogoti tubuhnya. Satu-satunya cara menghilangkannya sepenuhnya adalah tidur bersama pemilik Tubuh Filsa Murni. Waktu kian menipis; nyawanya bergantung pada pertemuan yang tak kunjung terjadi. Pencarian menjadi ujian moral dan emosional: bagaimana menyelamatkan diri tanpa mengorbankan kehendak atau keselamatan wanita itu? Di ambang kematian, Axel harus menghadapi pilihan yang menentukan nasib mereka berdua.
Axel Nirwa, CEO Grup Nirwa, memburu satu-satunya penawar yang bisa menyelamatkannya: wanita dengan tanda lahir berbentuk bunga persik di pinggang. Ia telah mengelilingi negeri tanpa menemukannya. Tanda itu menandai Tubuh Filsa Murni, satu-satunya yang mampu menetralkan Tubuh Jurna Murni milik Axel. Karena kelahirannya dengan Tubuh Jurna Murni, Racun Jurna terus menggerogoti tubuhnya. Satu-satunya cara menghilangkannya sepenuhnya adalah tidur bersama pemilik Tubuh Filsa Murni. Waktu kian menipis; nyawanya bergantung pada pertemuan yang tak kunjung terjadi. Pencarian menjadi ujian moral dan emosional: bagaimana menyelamatkan diri tanpa mengorbankan kehendak atau keselamatan wanita itu? Di ambang kematian, Axel harus menghadapi pilihan yang menentukan nasib mereka berdua.
Axel Nirwa, CEO Grup Nirwa, memburu satu-satunya penawar yang bisa menyelamatkannya: wanita dengan tanda lahir berbentuk bunga persik di pinggang. Ia telah mengelilingi negeri tanpa menemukannya. Tanda itu menandai Tubuh Filsa Murni, satu-satunya yang mampu menetralkan Tubuh Jurna Murni milik Axel. Karena kelahirannya dengan Tubuh Jurna Murni, Racun Jurna terus menggerogoti tubuhnya. Satu-satunya cara menghilangkannya sepenuhnya adalah tidur bersama pemilik Tubuh Filsa Murni. Waktu kian menipis; nyawanya bergantung pada pertemuan yang tak kunjung terjadi. Pencarian menjadi ujian moral dan emosional: bagaimana menyelamatkan diri tanpa mengorbankan kehendak atau keselamatan wanita itu? Di ambang kematian, Axel harus menghadapi pilihan yang menentukan nasib mereka berdua.
Axel Nirwa, CEO Grup Nirwa, memburu satu-satunya penawar yang bisa menyelamatkannya: wanita dengan tanda lahir berbentuk bunga persik di pinggang. Ia telah mengelilingi negeri tanpa menemukannya. Tanda itu menandai Tubuh Filsa Murni, satu-satunya yang mampu menetralkan Tubuh Jurna Murni milik Axel. Karena kelahirannya dengan Tubuh Jurna Murni, Racun Jurna terus menggerogoti tubuhnya. Satu-satunya cara menghilangkannya sepenuhnya adalah tidur bersama pemilik Tubuh Filsa Murni. Waktu kian menipis; nyawanya bergantung pada pertemuan yang tak kunjung terjadi. Pencarian menjadi ujian moral dan emosional: bagaimana menyelamatkan diri tanpa mengorbankan kehendak atau keselamatan wanita itu? Di ambang kematian, Axel harus menghadapi pilihan yang menentukan nasib mereka berdua.
Axel Nirwa, CEO Grup Nirwa, memburu satu-satunya penawar yang bisa menyelamatkannya: wanita dengan tanda lahir berbentuk bunga persik di pinggang. Ia telah mengelilingi negeri tanpa menemukannya. Tanda itu menandai Tubuh Filsa Murni, satu-satunya yang mampu menetralkan Tubuh Jurna Murni milik Axel. Karena kelahirannya dengan Tubuh Jurna Murni, Racun Jurna terus menggerogoti tubuhnya. Satu-satunya cara menghilangkannya sepenuhnya adalah tidur bersama pemilik Tubuh Filsa Murni. Waktu kian menipis; nyawanya bergantung pada pertemuan yang tak kunjung terjadi. Pencarian menjadi ujian moral dan emosional: bagaimana menyelamatkan diri tanpa mengorbankan kehendak atau keselamatan wanita itu? Di ambang kematian, Axel harus menghadapi pilihan yang menentukan nasib mereka berdua.
Axel Nirwa, CEO Grup Nirwa, memburu satu-satunya penawar yang bisa menyelamatkannya: wanita dengan tanda lahir berbentuk bunga persik di pinggang. Ia telah mengelilingi negeri tanpa menemukannya. Tanda itu menandai Tubuh Filsa Murni, satu-satunya yang mampu menetralkan Tubuh Jurna Murni milik Axel. Karena kelahirannya dengan Tubuh Jurna Murni, Racun Jurna terus menggerogoti tubuhnya. Satu-satunya cara menghilangkannya sepenuhnya adalah tidur bersama pemilik Tubuh Filsa Murni. Waktu kian menipis; nyawanya bergantung pada pertemuan yang tak kunjung terjadi. Pencarian menjadi ujian moral dan emosional: bagaimana menyelamatkan diri tanpa mengorbankan kehendak atau keselamatan wanita itu? Di ambang kematian, Axel harus menghadapi pilihan yang menentukan nasib mereka berdua.