Yuda, yang terluka, ikut balap mobil di tikungan gunung berbahaya dengan kecepatan tinggi untuk mengejar target kemenangan. Ia mendapat tawaran bantuan dari seseorang yang mengancam tidak akan mengembalikan uangnya kecuali diantar ke rumah sakit. Meski sempat tertinggal dan mempertaruhkan keselamatan, Yuda berhasil menyusul mobil lain pada putaran ketiga. Keberaniannya dianggap nekat oleh penonton, tetapi usahanya membuatnya tidak lagi menjadi yang paling lambat. Namun, pertaruhan dan risiko maut dalam balapan ini meninggalkan ketegangan yang belum terpecahkan tentang konsekuensi dan keselamatan mereka selanjutnya.