Cindy dipanggil oleh Pak Bagas, manajer hotel yang sedang memangkas karyawan, karena melakukan kesalahan besar yang membahayakan posisinya. Cindy mengungkapkan bahwa Pak Evan, calon suami kakaknya, mengakuisisi hotel berkat dirinya, namun Pak Bagas meragukan alasan itu dan menuduh Cindy hamil sengaja untuk menghindari pemecatan. Cindy menegaskan bahwa hukum melindunginya karena sedang hamil, tapi Pak Bagas menawar posisinya agar tetap aman dan bahkan naik gaji jika patuh. Ketegangan meningkat ketika rekan kerja mencemooh Cindy, dan tiba-tiba Pak Evan datang, membawa ketidakpastian baru.