Di rumah sakit, Nona terbangun setelah dibawa Tuan Candra yang memberinya obat asma. Konflik muncul ketika Wendi, pembantu, kritis akibat pendarahan setelah jatuh dari tangga; Tuan Morgan memaksa pengambilan 1.000 ml darah Nona agar Wendi bisa diselamatkan. Orang-orang memuji Candra dan mengecam Wendi, sementara Nona merasa tak pantas dan terguncang karena dipaksa menyerahkan darahnya. Eskalasi berujung pada penolakan Nona terhadap status tunangan meski pernikahan disebut akan berlangsung dalam tujuh hari, meninggalkan konsekuensi medis dan keputusan hubungan yang belum terselesaikan.