Episode dimulai dengan konfrontasi: seseorang mengancam dan seorang orangtua memaksa anaknya, 'kau harus dapatin cewek yang aku suka, apa pun caranya.' Seorang wanita merenung bahwa hidupnya pahit setelah bekerja sendiri membesarkan anak dan membeli rumah dengan semua uangnya, lalu dianggap beban dan dipaksa menikah. Meskipun dipaksa, ia menegaskan bahwa ia sudah menikah dengan pria itu, akan menjalankan kewajiban istri, dan tidak akan meninggalkannya baik miskin atau kaya. Di akhir, ia mengambil air untuk mengusap muka dan badan pria itu, sementara ancaman dan perintah keluarga tetap menggantung.