Vivian tiba-tiba sadar dan dihadapkan oleh Irina yang mengancam nyawanya karena iri hati atas kasih sayang keluarga Sarda. Irina meyakini bahwa keluarganya hanya peduli pada dirinya sebagai putri satu-satunya, dan merencanakan membunuh Vivian agar posisinya tak tergantikan. Vivian berusaha membela diri dan memohon ke orang tua serta kakaknya, namun mereka mempercayai Irina dan mengabaikan jeritannya. Saat Irina mulai membakar Vivian, asap tebal muncul, dan sebuah keputusan penting diambil untuk menyelamatkan Irina terlebih dahulu, meninggalkan konflik nyata soal identitas dan kasih sayang keluarga yang belum selesai.