Situasi langsungnya adalah seorang wanita bernama Catherine, yang dikenal sebagai 'Saudari Calamity', tiba-tiba muncul di toko logistik. Bos toko langsung menegurnya karena membuat pelanggan takut dan mengancam akan memotong gaji kristalnya, memaksa Catherine untuk meminta maaf. Di sisi lain, sekelompok pelanggan baru yang harta bendanya habis akibat monster datang untuk menjual sisa barang mereka, berupa kue-kue. Pemilik toko menawarkan transaksi: mereka boleh memilih lima barang tingkat B sebagai ganti kue-kue itu, plus sebuah tas yang dia anggap tidak berguna. Namun, para pelanggan terkejut karena tas itu ternyata penuh dengan inti rahasia yang berharga. Mereka pun langsung mengajukan kerja sama jangka panjang, mengaku mewakili Bunker Kemerdekaan, yang membuat pemilik toko merasa bisnis yang sebenarnya baru saja dimulai.