Jessica dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi anemia parah dan butuh transfusi darah, namun golongan darahnya sangat langka sehingga stok rumah sakit tidak cukup. Wisnu berencana mendonorkan darahnya sendiri, tapi Jessica menolak dengan tegas. Setelah transfusi berhasil, dokter mengungkapkan bahwa akibat jatuh dari gedung lima tahun lalu, rahim Jessica rusak dan kemungkinan besar dia tidak bisa hamil. Dokter menyarankan transplantasi rahim sebagai satu-satunya harapan, yang menimbulkan pertanyaan mendalam terkait keinginan Jessica dan reaksi Wisnu yang mendengarnya. Konflik dan ketegangan semakin memuncak dengan keputusan sulit yang harus diambil.