Setelah hasil tes paternitas dijanjikan keluar dalam seminggu, Nita berharap sang ayah yang selama ini tak dikenalnya akan menjemput dan memberi keluarga baru baginya. Meskipun Nita yakin ayahnya, direktur panti asuhan, akan menerima dan merawatnya, saudara laki-lakinya mengingatkan bahwa ayah mereka kemungkinan besar tidak peduli. Nita berada di persimpangan harapan dan skeptisisme, menunggu kepastian akan masa depannya, sementara keraguan dan kekhawatiran mulai muncul di antara anggota keluarganya. Konflik batin ini menjadi titik fokus yang menggantung menjelang keputusan ayah Nita.