Keluarga korban menuduh kematian putrinya bukan kecelakaan: "Putriku pasti dibunuh dia." Mereka memaksa dokter melakukan autopsi dan menandatangani surat persetujuan setelah mengkritik pemeriksaan awal yang dianggap tidak akurat. Adegan bergeser ke malam dimana Dokter Jesi masih menulis laporan; rekannya menyuruh pulang namun Jesi menunda karena menyebutkan ada "urusan penting" setelah fajar. Telepon pihak lain sibuk, lalu keluarga mengundang Jesi ke rumah untuk bertemu. Episode berakhir dengan Jesi menuju pertemuan itu—autopsi disetujui, tetapi tuduhan pembunuhan masih menggantung menunggu jawaban.