Lea terancam diusir karena belum membayar sewa, lalu tiba-tiba memenangkan hadiah lotre 10 miliar. Namun, dia terbangun di dunia lain dan diberi tahu terikat dengan sistem yang mengharuskannya membuat Kaisar mencopot jabatan Permaisuri asli untuk kembali ke dunia nyata. Lea yang kini menjadi Permaisuri menghadapi permusuhan dari selir kerajaan yang ingin menjatuhkannya dengan melaporkan ke Kaisar. Lea bertekad membuktikan dirinya dan memaksa Kaisar datang untuk mendengar pengaduan, sementara misi dan konsekuensi langkahnya tetap menggantung.
Selir Rosna meminta perlindungan Kaisar setelah dipukul Permaisuri yang cemburu karena Kaisar menyayanginya. Kaisar menjanjikan keadilan dan menyuruh Rosna kembali ke istana untuk dirawat. Kaisar disibukkan dengan kemarahan Permaisuri yang bertindak kasar, tetapi penasihat mengingatkan bahwa meski Permaisuri berbuat salah, dia tak mungkin dicopot hanya karena itu. Selir Rosna memprovokasi situasi dengan laporan pada Kaisar, memperkeruh hubungan. Di akhir episode, Permaisuri yang marah mengancam akan membunuh Kaisar, meninggalkan ketegangan tinggi yang belum terpecahkan.
Permaisuri menerima laporan darurat militer yang mengharuskan Kaisar mengurus masalah tersebut. Ia berencana membunuh Kaisar, namun pelayan pribadinya mencegah karena ruang baca dijaga ketat. Permaisuri kemudian menunda niatnya dan memutuskan untuk menyelesaikan misi sistem demi hadiah seribu tael emas. Misi pertama adalah membeli Paviliun Etenia, pusat hiburan dan informasi penting. Saat menanyakan isi paviliun, Permaisuri terdorong penasaran dengan adanya penghibur pria. Episode ditutup dengan Permaisuri mencoba menghubungi pria di paviliun, meski dilarang pelayan.
Di episode ini, Mona, seorang penyanyi yang sedang menerima tamu penting, menghadapi gangguan dari Tuan Doni, putra Perdana Menteri dan kakak Selir Rosna, yang mencoba memaksanya meski dia menolak secara tegas. Konflik meningkat saat pengawal Perdana Menteri dan prajurit datang, memperparah situasi. Mona dan asistennya dipaksa menghadapi tekanan dan ancaman kekerasan, sementara Tuan Doni terus merendahkan dan mengancam mereka. Ketegangan mencapai puncak ketika Tuan Doni mengecam balik ancaman terhadap keluarganya, meninggalkan situasi masih berbahaya dan tidak jelas bagaimana Mona akan keluar dari masalah ini.
Dalam episode ini, ketegangan pecah ketika seorang wanita asal Keluarga Sundri yang dikatai 'jelek dan galak' dengan berani melawan keluarga bangsawan, termasuk Perdana Menteri dan Selir Kaisar, setelah dituduh mencoba merebut Paviliun Etenia dan melukai anggota keluarga tersebut. Ayahnya tiba tepat waktu untuk menghadang, memperingatkan bahwa tindakan tersebut berani dan berakibat fatal. Sementara itu, kabar menyebar bahwa Permaisuri memukuli putra Perdana Menteri, memicu kekacauan dan perhatian Kaisar yang memutuskan untuk memeriksa situasi secara langsung dengan mengenakan perlindungan khusus. Konflik tetap belum terselesaikan dan semakin membara.
Permaisuri Lea menghadapi serangan lisan dan fisik dari Perdana Menteri dan ayahnya yang berniat menjatuhkan kedudukannya, bahkan mengancam akan menghancurkan Kuil Leluhur keluarganya. Lea tetap bertahan meskipun dikepung oleh pejabat dan tentara yang diperintah menangkapnya, mengungkap keberanian yang mengejutkan Kaisar. Saat ayah Lea, Jenderal Damar, datang mengepung Paviliun Etenia, konflik memuncak dengan ancaman perang terbuka antara keluarga Sundri dan pejabat kerajaan. Ketegangan memuncak saat dilema Lea dan keluarganya belum terselesaikan, menunggu reaksi Kaisar.
Permaisuri menghadapi konflik dengan Perdana Menteri dan keluarganya setelah memarahi putra Perdana Menteri, Doni, yang dituduh ingin memperkosa seorang wanita penghibur bernama Mona. Perdana Menteri membela putranya dengan menyudutkan Mona dan menuduh Permaisuri membuat tuduhan palsu. Ketegangan meningkat saat Perdana Menteri mengancam akan mengumpulkan pejabat untuk menggulingkan Permaisuri jika tidak ada penjelasan. Seorang saksi muncul namun menolak melibatkan Permaisuri, sementara Perdana Menteri bertekad menyingkirkan Permaisuri terlebih dahulu sebelum melancarkan rencana penggulingan. Konflik politik dan tuntutan keadilan masih belum jelas terselesaikan.
Dalam episode ini, Keluarga Sundri dan Keluarga Karim berseteru karena Permaisuri yang dinilai tidak pantas. Seorang pria muda dengan ayahnya merencanakan membunuh seorang yang mereka benci untuk memberontak dan menurunkan Permaisuri, tapi sang pria menolak menjadi kaisar wanita dan hanya ingin berhenti jadi Permaisuri. Kaisar yang curiga mengancam memberi hukuman cambuk 30 kali pada Doni karena menghina keluarga kerajaan. Konflik meningkat saat Doni dihukum, dan ancaman balas dendam disampaikan. Episode berakhir saat Permaisuri terlihat masih mencari pria tampan, menandakan ketegangan masih berlanjut.
Di episode ini, seorang wanita bernama Lea mengunjungi Paviliun Etenia yang dipenuhi pria tampan dan terampil dalam berbagai seni untuk mencari gigolo. Saat ia mencoba mendekati salah satu pria yang memakai topeng, terjadi ketegangan ketika pria lain menegur dan mengusirnya secara kasar. Lea menghadapi perlakuan tersebut dengan sikap tegas, sementara suasana di paviliun yang penuh hiburan dan persaingan menimbulkan konflik tersirat. Episode berakhir dengan ketegangan yang meningkat dan sikap Lea yang tetap kuat menghadapi perlakuan merendahkan, meninggalkan pertanyaan tentang langkah selanjutnya yang akan diambilnya.
Lea Sundri, seorang karyawati yang memenangkan hadiah lotere miliaran rupiah, tiba-tiba meninggal dan terbangun sebagai permaisuri di Kerajaan Yuma, terkenal sebagai sosok pecundang. Meski dipaksa mengikuti misi sistem kerajaan, Lea menolak dan hanya ingin pulang dengan syarat kaisar harus mencopotnya. Namun, sikapnya yang nakal justru memperkuat posisinya dan memikat hati banyak orang. Di balik semua itu, Kaisar Ardi yang dingin jatuh cinta kepadanya, bahkan rela turun tahta agar Lea menjadi Kaisar wanita yang berkuasa.