Dilan menghadapi permintaan sulit untuk mendonorkan kaki kepada Bagas, seorang penari yang menderita nekrosis dan harus segera mengganti kaki agar bisa terus menari. Meskipun merasa keberatan dan menolak karena tidak ingin kehilangan kakinya, Dilan tertekan oleh rasa utang budi pada Bagas yang pernah membelanya dari penjara. Bagas sendiri merasa bersalah karena mengambil identitas keluarga kaya. Dilan berjanji mencari cara lain untuk menyembuhkan Bagas, namun ketegangan meningkat saat Bagas menegaskan bahwa dia tahu ada opsi lain jika Dilan menolak memberikan kakinya. Konflik ini menggantung dengan keputusan Dilan yang belum pasti.