Di ruang duka keluarga menuntut Fero: mereka menanyakan istri dan menuduhnya dulu meninggalkan karier demi wanita hingga kini berujung tragedi—"Dia tabrak putrinya sampai mati" dan Tesa disebut cucu kandung. Fero menyesal, mengakui kesalahan dan berkata bahwa dialah yang mencelakai Tesa. Tesa, di ambang kepergian, menenangkan Ayah, memberi lukisan keluarga dan berharap bisa bertemu Ibu untuk terakhir kali. Suasana berganti ke ucapan belasungkawa dan penyesalan orangtua. Setelah diminta masuk menjenguk, Fero memutuskan untuk kembali; keputusannya menandai konfrontasi dan konsekuensi yang belum terselesaikan.