Di pesta ulang tahun putri Nana, perayaan berubah jadi konfrontasi ketika Yayu dihina sebagai 'anak haram' dan dituduh karena ibunya menggoda ayah seorang tamu. Rekan-rekan menyebut ibunya 'si pelakor' dan Nona Besar berjanji balas dendam. Konflik memuncak saat seseorang mendesak Ayah menghentikan biaya rumah sakit untuk 'si pelakor'; Ayah sempat setuju sebelum orang lain memohon agar dukungan tidak dihentikan. Adegan berujung pada penghinaan fisik—ulang 'aku jilat' dan komentar 'beneran dijilat'—meninggalkan ketegangan, sementara keputusan Ayah soal biaya akan menentukan nasib si pelakor dan konsekuensi bagi Yayu.