Di sebuah kantor, setelah insiden di mana seseorang berteriak "Lepaskan aku!" dan muncul kekhawatiran soal pengaduan tamu, Weni mengaku hamil kepada atasannya, Bu Jana, dan meminta mengundurkan diri untuk pulang kampung melahirkan. Bu Jana menanyakan siapa ayahnya dan mengingatkan bahwa jadi ibu tunggal tidak mudah, namun setuju memproses pengunduran diri dengan syarat Weni menjaga diri. Weni berjanji merawat anak-anaknya sendiri; meski tanpa ayah, ia akan menemani mereka. Episode ditutup dengan pengunduran diri diproses, sementara risiko pengaduan dan masa depan Weni tetap belum jelas.
Episode dibuka di klinik saat Bu Weni membawa anak kembarnya, Zico dan Zia, yang diganggu teman karena mata mereka berbeda; dokter menenangkan bahwa penglihatan normal dan perbedaan warna kemungkinan diwarisi dari ayah yang sedang bekerja jauh sehingga tak hadir. Di sisi lain, Mark mendapat tekanan keluarga soal belum punya anak dan gosip penyakit, serta mengakui sibuk dengan urusan akuisisi dan penyelidikan Hotel Imper. Bu Lisa mengusulkan pemancing anak lewat Acara Amal Anak Bintang Masa Depan dengan Mark sebagai tuan rumah untuk memengaruhi keputusannya. Rencana acara disusun; apakah kehadiran Mark sebagai tuan rumah cukup untuk mengubah keputusannya tetap menggantung.
Seorang ibu tunggal menyiapkan sarapan untuk anak kembarnya, Zico dan Zia, sambil mengakui bahwa lima tahun lalu keluarganya memutus hubungan karena ia hamil di luar nikah; dukungan anak-anak membuat pengorbanannya berarti. Ia mendesak mereka makan cepat dan belajar giat. Di luar, konvoi mewah Grup Haro tiba untuk acara amal yang memilih anak pintar dan berbakat, mengejutkan warga. Saat seleksi akan dimulai, Zico dipanggil; seorang pria bernama Pak Mark mendekat dan bertanya apakah Zico baik-baik saja. Episode berakhir dengan ketidakpastian apakah Zico akan mengikuti seleksi Haro.
Di episode ini, Zico dan adiknya Zia Sue dipanggil karena namanya dihapus dari daftar undangan Grup Haro; Pak Miko menuduh ibu mereka, Weni, 'tidak bermoral' dan menyatakan anak-anak itu tak layak diundang. Zico membela: mereka bukan anak haram dan menegaskan Weni adalah ibu mereka. Ketegangan meningkat saat kolega mengaitkan Weni dengan masa lalu sebagai pelayan Hotel Imper, lalu seseorang memperhatikan mata Zico yang persis seperti mata Pak Mark. Pengamatan itu menjadi titik balik yang menimbulkan kecurigaan baru tentang keterkaitan keluarga, meninggalkan pertanyaan siapa Pak Mark dan konsekuensinya.
Episode dibuka dengan bisik-bisik soal mata dua warna yang mirip Pak Mark; Bu Lisa mengatakan mata itu muncul saat emosi, dan terdengar bahwa Pak Mark selama ini mencari seseorang di Hotel Imper—muncul dugaan anak-anak ini terkait. Di acara Grup Haro, Zico dan Zia bermain sampai beberapa orang tua mengetahui latar keluarga mereka; seorang orang tua menuduh "hamil di luar nikah" dan menuntut agar anak-anak "anak h*ram" itu dikeluarkan. Ketegangan memuncak ketika Pak Miko disebut terkait Grup Haro dan massa menuntut pengusiran. Seorang panitia memerintahkan, "Semuanya diam!", menghentikan keributan namun nasib Zico dan Zia tetap menggantung.
Di rapat sekolah, seorang orang tua minta maaf kepada Pak Miko sambil mencari perlindungan setelah anaknya menyinggung keluarga Lius. Orang tua lain, dipimpin Pak Wilo, menuduh anak itu tak bermoral dan menyorot mata Zico dan Zia yang 'aneh'—ada yang bilang mirip mata Pak Mark—sehingga menuntut mereka dikeluarkan. Weni lalu resmi mengumumkan kedua kembar, Zico dan Zia, dikeluarkan dan memerintahkan agar mereka segera pergi. Ancaman balik muncul ("Kau akan menyesal"), lalu seseorang yang menyaksikan menantang keputusan itu: "Kau itu siapa? Apa kau pantas keluarkan mereka?"
Di episode ini, Bu Weni dan dua anaknya - Zico dan Zia - diganggu oleh keributan; staf Grup Haro mengenali anak-anak itu memiliki mata dua warna dan pembawaan seperti Pak Mark, lalu mengundang mereka ke acara amal anak sebagai permintaan maaf dan peluang pendidikan. Bu Weni awalnya menolak karena anak masih kecil, namun akhirnya setuju hadir. Bergeser ke Pak Mark yang marah: lima tahun lalu seorang wanita muncul di suite Hotel Imper; CCTV rusak sehingga jejaknya hilang. Pak Mark memerintahkan Neli untuk terus mencari wanita itu, meninggalkan misteri hubungan yang belum terungkap.
Di acara amal Grup Haro, seorang ibu datang dengan dua anak, Zico dan Zia, dan menasihati mereka tetap sopan. Di lokasi, Weni menjadi sasaran cemoohan Lili dan tamu lain yang menuduhnya pernah bekerja di Hotel Imper, tidur dengan pria, dan punya dua anak; mereka melabelinya 'anak h*ram'. Weni dan orang-orang yang bersamanya dipermalukan hingga satpam dipanggil untuk mengusir. Saat konfrontasi seorang tamu terluka digigit; anak-anak panik dan memastikan kakaknya baik-baik. Episode berakhir saat ancaman pengusiran menggantung nasib mereka di acara.
Di sebuah acara bergengsi, seorang wanita bernama Weni tiba-tiba dihadapkan pada konfrontasi sementara beberapa pihak mengucap 'Maaf'. Tuduhan dilontarkan: Weni hamil di luar nikah, melahirkan dua anak 'haram', menghadiri acara itu tanpa hak, dan menyuruh putranya membuat keributan. Mark dan orang lain terlihat bingung, ada yang merasa Weni sangat familier. Kelompok pengumpat mendesak Bu Lisa untuk membela mereka, memaksa pilihan publik. Eskalasi menempatkan Weni terpojok; keputusan Bu Lisa akan menentukan bagaimana skandal dan nasib anak-anaknya segera berkembang. Ketegangan berakhir tanpa resolusi; semua menunggu sikap resmi Bu Lisa.
Di acara amal yang diselenggarakan Bu Lisa, beberapa tamu menuntut agar seorang wanita dan kedua anaknya diusir, menuduh mereka membawa sial. Kerumunan mendorong dan mencoba mengusir keluarga itu; muncul cekcok dan upaya mengambil anak-anak. Zico tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri, sementara adiknya Zia dan sang ibu berusaha membangunkannya, melepaskan diri, dan membawa mereka pergi. Seorang pengamat malah bersikap acuh, menyebut acara membosankan. Episode berakhir dengan Zico belum pulih dan tekanan pada Bu Lisa untuk memilih antara mengusir atau melindungi keluarga itu masih menggantung.