Septa yang sebelumnya memiliki bakat tingkat F kini tiba-tiba memiliki bakat tingkat S setelah menukar bakat dengan Cendika, satu-satunya pawang dengan bakat tingkat S di akademi. Para murid terkejut dan menuntut agar bakat Cendika dikembalikan karena peralihan ini melemahkan kemampuan keduanya. Hari itu, Cendika yang sebelumnya membantu murid lain malah diperlakukan sebagai peliharaan keluarga yang telah lama memeliharanya dan diminta membalas budi. Ketegangan memuncak saat pemelihara Cendika memerintahkan Singalang Api untuk menyerang, meninggalkan situasi berbahaya yang belum terpecahkan.