Di sebuah panti jompo, beberapa penghuni kelaparan memohon makanan sementara staf menuntut pembayaran dan mengusir. Staf menyebut tagihan Sapto Jahardi sebesar 4.100.000 dan mengancam akan membuangnya ke jalan; bahkan menyuruh Wahyu melakukannya. Seorang wanita mengaku sudah tiga hari tak makan dan minta bantuan kepada Luksan, tapi ditolak dan dihina dasar miskin. Ancaman kekerasan muncul — 'Kupotong kakimu' — terhadap pencuri. Adegan memuncak saat makanan diperebutkan dengan teriakan 'Jangan mimpi!', meninggalkan penghuni terancam dan nasib mereka belum jelas. Panggilan berulang pada Luksan menambah tekanan di ruang makan.