Lia membawa Yana menghadapi Jenderal Kamin agar Yana minta maaf setelah hidup keluarganya hancur. Tuduhan terbangun: Kamin dituduh membunuh ayah dan kakak Yana, lalu Yana mengaku membalas dengan 'kebiri' pada Kamin untuk memutus garis keturunan Kediaman Adipati. Para hadirin berseteru soal keadilan; beberapa membela bahwa Yana polos, sementara Lia dan lainnya mengecam perbuatan yang ekstrem. Pangeran salah sangka saat membela Yana lalu mengaku ia memang kejam. Ketegangan meningkat sampai seseorang tiba-tiba jatuh; orang-orang memanggil tabib, dan muncul pertanyaan tajam: apakah Yana bermaksud membunuh?