Di sebuah pertemuan, Thea dituduh mencuri kalung setelah seseorang mengaku melihatnya menyembunyikan benda itu. Thea membela diri: bukan mencuri, kalung itu peninggalan ibunya yang dipakainya sejak kecil, dan Om Losto serta Kakek Johar di rumah sakit bisa menjadi saksi. Bu Yura menolak klaim itu, mengatakan putrinya sudah meninggal dan menuntut kalung dikembalikan karena sangat penting baginya. Seorang yang semula mengundang Thea ke kompetisi menyatakan kecewa. Tante memaksa mengambil kalung dan berusaha membawa Thea turun; Thea dilarang pergi, meninggalkan nasib kalung dan keikutsertaannya di kompetisi belum diputuskan.