Di sebuah pertemuan dengan Pak Hans, seorang wanita berpakaian mencolok dihina oleh hadirin yang mengejek latar dan niatnya mendekati Pak Hans. Dia menawarkan sekantong buah hasil kebun orang tuanya sebagai hadiah, namun buah itu diremehkan, bahkan diinjak oleh seseorang. Wanita itu membela buahnya, berdebat dan diancam secara verbal—'aku hancurin mulutmu'—sementara seseorang menawari kompensasi 200 juta plus biaya perjalanan. Ia menolak uang itu dan menyuruh mereka menyimpannya untuk sekretaris. Penolakan dan ancaman membuka ketegangan yang belum terselesaikan, meninggalkan konsekuensi langsung bagi keselamatan dan reputasinya.