Seorang pria muncul menuntut ganti rugi 200 miliar dan menantang agar uang dikirim ke Gerbang Gedung Jina sebagai bukti. Di kantor, Pak Hans dan rekan-rekannya meremehkan tuntutan itu dan memuji Bu Karin sebagai sekretaris handal; mereka curiga pria itu menipu. Ketegangan memuncak saat seorang pihak mengancam mematahkan kakinya jika uang tak terlihat, sementara penggugat tetap bersikukuh. Untuk meredakan, salah satu pihak menawarkan kompromi memalukan: berlutut dan minta maaf pada Bu Karin agar kasus dicabut dan biaya perbaikan dibatalkan. Tawaran ditolak, lalu seseorang berteriak, "Cepat lihat, apa itu?", meninggalkan keputusan terbuka.