Celius, mantan Dewa Perang Federasi yang lumpuh dan divonis mati, menghadapi pengkhianatan dan hinaan setelah kalah dalam pertempuran melawan Ular Sisik Hitam. Ia dijadikan kambing hitam atas kematian warga dan kehilangan posisinya sebagai komandan yang digantikan oleh Kakak Walten. Sementara itu, dunia menunggu vonis hukuman mati Celius yang akan disiarkan secara global. Meski begitu, Celius tetap teguh pada keyakinannya, tetapi kini ia harus menerima kenyataan pahit sebagai pesakitan tanpa harapan, sementara sistem avatar baru telah berhasil mendaftar dengan sinyal dari inang yang cocok.
Seorang pria yang terjebak dalam kondisi hampir mati memanfaatkan avatar bayi kadal bermata zamrud yang sangat lemah tanpa kemampuan untuk memperkuat dirinya dengan memangsa musuh. Dia menyadari avatar ini adalah kartu truf terakhirnya menjelang sidang terbuka sebulan lagi. Sementara itu, para penjaga menyiapkan pengawasan ketat, yakin pria itu tak akan pulih karena diberi obat penekan energi. Namun, pria itu tampak tenang dan malah bermain dengan avatar kadal, berharap kekuatan avatar ini bisa mengubah nasibnya secara drastis, menciptakan ketegangan menjelang sidang yang menentukan nasibnya.
Tokoh utama yang terperangkap di penjara terus berkembang kekuatannya dengan memangsa berbagai makhluk, mulai dari nyamuk hingga beruang raksasa, sehingga dengan cepat naik level dan memperoleh kemampuan baru seperti pemulihan diri dan cakar cabik. Meskipun disiksa secara fisik dan mental, ia tetap bertahan dan kekuatannya bertambah pesat dalam waktu singkat. Namun, dia sadar bahwa kekuatannya yang kini sudah Level 5 masih jauh dari kemampuan puncaknya di Ranah Tertinggi yang setara Level 9. Ia bertekad untuk menjadi jauh lebih kuat dalam sebulan ke depan demi membalas dendam dan menghentikan musuhnya.
Celius dikunjungi oleh Sylvia, tunangannya, yang membawa kabar bahwa para petinggi tidak akan membebaskannya kecuali Celius menyerahkan teknik kultivasinya. Sylvia berusaha meyakinkan Celius dengan mengaku telah berjuang agar dia tidak dihukum mati, tapi Celius menolak keras menyerahkan tekniknya. Tegas menolak permintaan itu, dia memilih menghadapi kematian daripada mengorbankan tekniknya. Konflik ini menempatkan Celius di jalan buntu, memperjelas taruhannya yang mematikan dan memicu pertentangan yang belum terselesaikan.
Celius ditangkap dan diancam untuk menyerahkan teknik kultivasinya yang telah hancur demi keselamatannya. Jansen dan Sylvia, anggota keluarga elit Sullivan, memaksa Celius untuk menyerahkan teknik tersebut agar dapat disebarkan untuk kekuasaan keluarga mereka dan mengendalikan umat manusia. Celius menolak, menuding mereka hanya ingin memperkuat posisi elitenya. Konflik memuncak ketika Sylvia mengejek latar belakang Celius yang dianggap rendah dan mengingatkannya bahwa semua pencapaiannya berkat keluarga Sullivan. Episode berakhir dengan Celius terpenjara, terisolasi dan terus menolak menyerah, menimbulkan ketegangan yang belum usai.
Di episode ini, protagonis menghadapi pengkhianatan setelah sidang pengadilan yang ternyata hanya sandiwara para petinggi untuk merebut tekniknya. Meskipun ia kehilangan Tulang Tao Emas bawaan lahir dalam duel dengan monster Ular Sisik Hitam, yang sebenarnya adalah Raja Monster Level 10, ia berhasil menumbangkan lawan dan melindungi jutaan nyawa. Namun, pengorbanannya dibalas dengan fitnah dan hukuman yang diperberat oleh kaum elite yang dulu menawarkan bantuan. Pada akhirnya, dia memutuskan mengandalkan dirinya sendiri dan avatarnya, menyimpan tekad membalas siksa berlipat ganda yang diterimanya.
Setelah mengalahkan Ular Raksasa Sisik Besi Level 6, protagonis naik ke Level 7 dengan cepat berkat Poin Evolusi maksimal. Namun, monster di luar Hutan Kabut habis sehingga dia harus masuk lebih dalam ke hutan, menghadapi makhluk yang lebih banyak dan kuat demi meningkatkan kemampuan. Sementara itu, muncul kontroversi tentang Dewa Perang Celius yang dituduh bersalah akibat dampak pertempuran sebelumnya. Sejumlah orang membela jasanya yang melindungi warga dari monster, menuntut pembebasan Celius dan pengungkapan kebenaran, meninggalkan ketegangan yang belum terselesaikan terkait nasib sang pahlawan itu.
Penjara Air Hitam dikepung oleh massa pendukung Celius yang terus bertambah dan hampir menembus garis pertahanan. Komandan Walten menerima laporan bahwa kerusuhan kian meluas, didukung oleh pengaruh influencer seperti Kokkuri yang membela Celius secara publik. Konflik meningkat karena desakan warga yang bisa menggagalkan vonis mati terhadap Celius dalam sidang publik mendatang. Sementara itu, elit politik diam-diam mengincar teknik rahasia Celius, namun Walten tetap teguh ingin menghancurkan Celius secara total. Di akhir, dirancang rencana rahasia untuk menghadapi krisis ini tanpa membiarkan Celius mati di penjara, membuka peluang baru yang belum terungkap sepenuhnya.
Dewa Perang Celius yang dipenjara sedang diselamatkan oleh sekelompok pendukungnya yang yakin dia difitnah. Mereka menyusup ke penjara dengan memasang virus pada sistem pengawasan sehingga hanya rekaman lama yang terlihat. Mereka membawa Celius keluar lewat terowongan bawah tanah yang tak terpakai dan menyiapkan motor untuk melarikan diri ke Hutan Kabut sebagai tempat persembunyian. Namun, di balik usaha penyelamatan ini, musuh Celius merencanakan untuk membunuhnya jauh dari penjara agar kematiannya terlihat seperti akibat usaha kabur yang gagal. Seorang pria bersumpah menuntut balas dan bertekad membunuh Celius secara langsung, menaikkan risiko yang akan dihadapi Celius selanjutnya.
Celius, yang sebelumnya lumpuh dan ditangkap, ternyata masih memiliki kekuatan yang mengejutkan musuhnya Walter, seorang kultivator tingkat Grandmaster. Walter dan para penjaga berusaha membunuh Celius dengan dalih kecelakaan saat pengejaran, namun pengkhianatan di balik jatuhnya Celius dan Ular Sisik Hitam terungkap; mereka sengaja dipancing ke Kota Jovan untuk menghabisi Celius, sang Dewa Perang. Saat Walter mencoba membunuh Celius, kekuatan Celius kembali meski meridian dan pusat energinya pernah dihancurkan. Walter marah dan mengancam akan membunuh Celius dengan kejam, menghadirkan ancaman baru yang menggantung untuk episode berikutnya.