Seorang ayah bernama Karyadi menghadiri pesta pernikahan anaknya meski dilarang keras dan dianggap rendah oleh keluarga besar. Anak dan keluarganya malu dan berusaha mengusir Karyadi dengan bantuan manajer aula, yang awalnya mendukung mengusir pria itu karena dianggap gelandangan. Namun, Karyadi bersikukuh bahwa dia hanya ingin menghadiri pernikahan anaknya. Setelah permintaan maaf yang sungguh-sungguh dari anaknya, manajer akhirnya menerima kedatangan Karyadi, namun ketegangan dan penolakan keluarga masih membayangi suasana acara tersebut. Konflik mengenai penerimaan dan status sosial ayah ini belum juga selesai.