Konflik memuncak saat Kusuma menuntut agar ada permintaan maaf atas penghinaan terhadap istrinya, Yuri, di tengah ketegangan keluarga Mahesa. Meskipun sang ayah terlalu tua untuk secara langsung meminta maaf, Kusuma menawarkan diri menggantikannya. Dia marah karena tidak diundang ke pernikahan dan merasa dihina, terutama karena perlakuan kasar terhadap istrinya. Kusuma menolak panggilan ayah dari sang ayah, menandai perpecahan serius dalam keluarga. Ketegangan berakhir dengan pertentangan terbuka yang menunjukkan retaknya hubungan mereka dan membuka potensi konflik lebih dalam ke depan.