Lea, tabib dengan kemampuan biasa, dimanfaatkan oleh Selir Asna dan Pangeran Arga untuk masuk istana; ambisinya menjadi tabib sakti ternyata membuatnya rentan karena ada kelemahan yang dieksploitasi. Kilas balik menunjukkan tiga tahun lalu Tabib Agus salah mengobati adik Joe dan diasingkan, bukan dihukum mati; kelemahan yang terkait Pangeran Arga itu pula menjadi kelemahan Lea. Narator mengungkap bahwa dia sendiri dijebak dan diracuni di medan perang, ia menyuruh Fio menyelidiki, namun jenderal yang menyerang kini menjadi bawahan Pangeran Arga, meninggalkan kasus dan balasannya belum terselesaikan.
Seorang perempuan yang baru pulih menyatakan bisa menangani ancaman dan berjanji melindungi seseorang seumur hidup. Ia mengaku sudah menangkap orang yang dulu mencoba membunuhnya dan berencana menyebarkan kabar itu untuk membuat Pangeran Arga panik, lalu membunuhnya dalam satu serangan jika diberi celah. Adipati keberatan mengambil risiko dan menawarkan cara yang lebih aman; perempuan itu menegaskan kerja sama dengan Adipati bukan berbahaya. Di akhir, Pangeran Joe bersikeras akan singkirkan Pangeran Arga, Lea, dan Ciko, meninggalkan keputusan tindakan dan keselamatan mereka belum terselesaikan.
Episode dimulai saat Ria dan Adipati berbicara tentang takdir; Adipati menegaskan Ria bakal menjadi istrinya dan berjanji tak akan punya selir, sementara identitas Putra Mahkota diungkapkan kepada Nyonya namun tetap dirahasiakan untuk publik. Adipati lalu diperintahkan mengutus orang ke Lokar untuk membawa Tabib Agus ke ibu kota hidup sebagai saksi. Terungkap bahwa upaya pembunuhan masa lalu dituduhkan pada Pangeran Arga; Nyonya memerintahkan penyelidikan cepat dan pengumpulan semua kelemahan Arga. Akhir episode menempatkan Adipati pada misi berisiko yang menentukan pembuktian tuduhan itu.
Ria datang larut menjenguk Edo dan menyapa Ibu; Ibu menilai Edo belum sepenuhnya pulih tapi sudah bisa turun ranjang dan keluar naik kursi roda, lalu meminta Ria duduk karena percaya padanya. Pembicaraan beralih ke aib lalu: Kak Dea pernah mempermalukan Nona Lea, dan Ria juga mempermalukan Lea di depan umum, bukan Kediaman Adipati. Mereka mencela Ria yang masih muda dan tak paham prinsip kolektif, serta Dea yang tak melihat 'udang di balik batu' dan musuh dalam selimut, meninggalkan pertanyaan siapa yang akan merugikan keluarga selanjutnya.
Di hari pernikahan Bibi Ria dan Ciko, sebuah pengakuan menimbulkan ketegangan: seseorang menyesal dan diminta agar masa lalu tidak diungkit. Ketegangan meningkat ketika terungkap dia sudah menyiapkan sepuluh Pil Jantung sebagai ungkapan terima kasih kepada Bibi Ria dan Ciko. Ia mengaku pernah dilarang masuk Aula Suas, sementara Selir Asna membela bahwa ilmu medisnya tinggi dan bisa meminta Kaisar menobatkannya sebagai tabib sakti. Disebut pula Nona Lea sangat dihargai Pangeran Arga, sehingga rencana menjadikan Pangeran Joe sebagai umpan dianggap mungkin berhasil; pelaksanaannya meninggalkan konsekuensi belum jelas.
Ria memberi tahu Ibu, Kak Dea, dan Nona Lea bahwa penyakit Pangeran Joe sebenarnya keracunan yang dapat disembuhkan jika mereka membuat obat penawar. Mereka sepakat merahasiakannya karena hal ini menyangkut keluarga kekaisaran; menyembuhkan Pangeran akan menguatkan kedudukan Adipati di ibu kota. Masalahnya satu bahan penting, gelsemium, sangat beracun dan sulit diperoleh. Ibu khawatir dampak politiknya, sementara Ria meyakinkan bahwa jika diberi waktu ia bisa menemukannya. Episode ditutup dengan tugas mendesak: Ria harus mendapatkan gelsemium, penentu nasib Pangeran dan kekuasaan Adipati.
Terlempar ke dalam sebuah cerita, Ria menyadari ia hanyalah tokoh pendukung yang dimanfaatkan. Di hari pernikahannya, pria utama meninggalkannya demi pujaan hati, membuat Ria menjadi bahan ejekan di Latu. Untuk menaikkan status sang pujaan, Ciko menindas Ria dan membiarkan pengawalnya melecehkannya, sampai Ria memilih mengakhiri nyawanya. Setelah melintasi waktu, Ria kembali dan menikah dengan paman Ciko, menjadi bibinya, lalu memberi mereka pelajaran. Namun benarkah Lea tabib sakti yang disegani di Latu? Ria menggugat klaim itu dengan menyelamatkan seorang yang hampir mati, mempermalukan Lea di depan publik. Saat identitas Ria sebagai tabib sakti terungkap, Lea runtuh dan reputasinya hancur.
Terlempar ke dalam sebuah cerita, Ria menyadari ia hanyalah tokoh pendukung yang dimanfaatkan. Di hari pernikahannya, pria utama meninggalkannya demi pujaan hati, membuat Ria menjadi bahan ejekan di Latu. Untuk menaikkan status sang pujaan, Ciko menindas Ria dan membiarkan pengawalnya melecehkannya, sampai Ria memilih mengakhiri nyawanya. Setelah melintasi waktu, Ria kembali dan menikah dengan paman Ciko, menjadi bibinya, lalu memberi mereka pelajaran. Namun benarkah Lea tabib sakti yang disegani di Latu? Ria menggugat klaim itu dengan menyelamatkan seorang yang hampir mati, mempermalukan Lea di depan publik. Saat identitas Ria sebagai tabib sakti terungkap, Lea runtuh dan reputasinya hancur.
Terlempar ke dalam sebuah cerita, Ria menyadari ia hanyalah tokoh pendukung yang dimanfaatkan. Di hari pernikahannya, pria utama meninggalkannya demi pujaan hati, membuat Ria menjadi bahan ejekan di Latu. Untuk menaikkan status sang pujaan, Ciko menindas Ria dan membiarkan pengawalnya melecehkannya, sampai Ria memilih mengakhiri nyawanya. Setelah melintasi waktu, Ria kembali dan menikah dengan paman Ciko, menjadi bibinya, lalu memberi mereka pelajaran. Namun benarkah Lea tabib sakti yang disegani di Latu? Ria menggugat klaim itu dengan menyelamatkan seorang yang hampir mati, mempermalukan Lea di depan publik. Saat identitas Ria sebagai tabib sakti terungkap, Lea runtuh dan reputasinya hancur.
Terlempar ke dalam sebuah cerita, Ria menyadari ia hanyalah tokoh pendukung yang dimanfaatkan. Di hari pernikahannya, pria utama meninggalkannya demi pujaan hati, membuat Ria menjadi bahan ejekan di Latu. Untuk menaikkan status sang pujaan, Ciko menindas Ria dan membiarkan pengawalnya melecehkannya, sampai Ria memilih mengakhiri nyawanya. Setelah melintasi waktu, Ria kembali dan menikah dengan paman Ciko, menjadi bibinya, lalu memberi mereka pelajaran. Namun benarkah Lea tabib sakti yang disegani di Latu? Ria menggugat klaim itu dengan menyelamatkan seorang yang hampir mati, mempermalukan Lea di depan publik. Saat identitas Ria sebagai tabib sakti terungkap, Lea runtuh dan reputasinya hancur.