Pak Dimas datang ke kantor membawa Sindy sebagai calon magang atas permintaan nenek. Sesampai di sana, pimpinan langsung menugaskan pemeriksaan laporan dan memperingatkan agar Sindy bekerja rapi atau ia akan mendengar keluhan bawahan. Sindy yang belum pernah kerja kantor gagal menghitung data sehingga diremehkan oleh rekan dan membuatnya menangis. Kakaknya dan seorang teman berusaha menenangkan dan bahkan menjanjikan akan membela bila ayah menegur. Episode berakhir dengan Sindy tertekan oleh ejekan dan ancaman pimpinan, menunggu apakah dia mampu mengatasi tugas yang diberikan.