Episode dimulai ketika Bi Nora ditemukan di kasur dan Osman dituduh berselingkuh, bahkan tidur dengan pembantu dalam ranjang mereka. Seorang wanita menyewa pria bertopeng sebagai gigolo semalaman; percakapan menegaskan kontrak singkat tanpa penyesalan. Ketegangan memuncak saat terungkap ia hamil di luar nikah dan mengandung anak gigolo, yang memicu orang tua minum obat, saham keluarga Wulio jatuh, dan keluarga dinyatakan bangkrut. Di ruang bersalin lahir empat bayi: tiga laki-laki dan satu perempuan. Episode berakhir dengan keluarga hancur dan Vega dituduh akan menerima karma, nasib bayi dan orang tua menggantung.
Mama bersiap pergi kencan buta dan menitipkan anak-anaknya bermain di toko mainan. Di pertemuan, pria berjas hitam yang dikenalkan mama angkat tampak tampan, lalu percakapan beralih ke kondisi Mama: "Aku punya empat anak." Pria bukannya berbicara soal anak manusia, malah membahas kawin dan suburnya betina, bahkan menawarkan agar Mama langsung hamil dan kompensasi. Kebingungan memuncak saat Pak Louis datang basah, menunjukkan tujuan untuk mengawinkan kucing dan menunjuk 'dia'. Terungkap bahwa 'anak' yang dimaksud adalah kucing, sehingga tawaran dan niat pria menggantung tanpa jawaban.
Episode dimulai dengan seseorang yang salah mengenali orang dan meminta maaf. Sekelompok anak kembar tiga bertemu seorang 'om' bertato serigala yang dikagumi, lalu saling menuduh meniru. Mereka kembali kepada ibunya yang baru saja selesai kencan buta; anak-anak bercerita tentang pria tampan di toilet dan tato di lengannya. Ibu ditanya apakah mengenal pria itu. Anak-anak kemudian menyadari punggung pria itu mirip seorang pria lain—yang sempat disebut 'mau kawinkan kucing'—menciptakan kebingungan dan kecurigaan. Episode berakhir dengan teka-teki identitas om bertato yang belum terjawab.
Seorang ibu angkat meninggalkan anak-anaknya pada hari pertama kerja, menasihati mereka supaya nurut dan berjanji cerita kencan setelah pulang. Di kantor, seorang wanita yang dikenali sebagai putri Keluarga Wulio tiba dengan motor butut; rekan mengejek riwayatnya—kabur dengan pria, pernah ditangkap karena mencuri—dan menuntut dia berlutut minta maaf. Wanita itu tidak sengaja menabrak seorang pria berjas lalu meminta maaf. Pak Louis memutuskan membiarkan dia mulai kerja besok meski ada saran untuk langsung memecatnya. Episode berakhir ketika seseorang berteriak, "Aku nggak akan lepaskan kau!", menciptakan ancaman yang belum terjawab.
Di pesta topeng ulang tahun Andri, suasana mendadak kacau ketika seorang tamu berteriak ada orang mesum di toilet wanita. Rekan-rekan berlari, lalu menyadari teriakan itu berasal dari pintu toilet pria. Adegan berpindah ke kantor semula: ada pengumuman karyawan baru dan rencana kumpul malam itu, serta seorang pegawai yang minta izin karena urusan sehingga terlanjur terlambat. Di pesta, mereka menemui sosok bertopeng dan seorang kolega mengenali siapa di balik topeng; seruan "Ternyata kau!" mengungkap identitas dan meninggalkan konfrontasi yang belum terselesaikan.
Seorang wanita menghadang seorang pria setelah malam mereka; dia menuduhnya tak memakai kondom dan menanyakan apakah pria itu ayah dari anak-anaknya. Ketegangan memuncak ketika wanita menyatakan dia terluka secara fisik dan mental, keluarganya bangkrut, lalu menuntut ganti rugi 800 juta. Pria membela diri, mereka saling sindir soal penghasilan dan tuduhan gigolo. Wanita memerintahkan semua uang yang diperoleh pria ditransfer padanya sampai utang lunas, mengambil ponsel pria untuk mencatat nomor rekening, dan mengingatkan transfer tepat waktu, meninggalkan nasib finansial pria yang belum terselesaikan.
Episode dimulai ketika Vega, karyawan baru, dipaksa membayar tagihan bir 600 juta dan dihina oleh rekan kerja. Ancaman kasar dari rekan memburuk suasana. Setelah menolak dan berseteru, ia mengumumkan pengunduran diri, tapi atasan Pak Louis menolak dan memerintahkan pemindahan Vega ke divisi sekretaris mulai besok. Pak Davin menengahi dengan menawarkan gaji sekretaris 100 juta per bulan tanpa masa percobaan untuk meredam konflik internal. Vega menanyakan lokasi meja kerjanya. Episode berakhir dengan ketegangan pada pilihan Vega: menerima jabatan berbayar itu atau tetap mundur—keputusannya belum terungkap.
Di restoran keluarga merayakan kenaikan jabatan Mama saat anak-anak melihat Vega/Vira bersama Osman dan mulai mengejek penampilannya. Ketegangan memuncak ketika seorang pria mengonfrontasi Vega, menuduhnya melahirkan empat anak setelah memutuskan hubungannya dan menudingnya hidup dari pungut makanan; ia juga menuduh Osman menjual diri di klub malam. Vega membantah, lalu pria itu mengungkapkan dulu ia putus karena pernah menangkap "dia" berzina dengan Bi Nora, pembantu yang usianya di atas 40, dan menegaskan Vega adalah adik sepupunya. Adegan berakhir dengan pengamatan, "itu om yang punya tato serigala", meninggalkan ketidakpastian yang belum terselesaikan.
Seorang anak meminta bantuan Om Serigala karena kakaknya ditindas; sang ibu melarang mereka bercerita pada orang asing, memicu ketegangan awal. Adegan berpindah ke ruang makan di mana Vega digunjingkan oleh pengunjung yang menuduhnya selingkuh dan meremehkan pakaiannya, lalu salah satu menunjukkan jam tangan mahal yang menimbulkan kebingungan 'salah paham'. Pak Louis datang, mengusir pengganggu, dan Vega berterima kasih karena dia memang karyawannya. Pak Louis mengakui merawat adik-adik bukan hal mudah; episode berakhir dengan keheranannya, "Adik-adik?", meninggalkan dukungan dan konsekuensi yang belum jelas.
Episode ini dibuka saat Bu Vega mendapat telepon: orang tuanya menunggak tiga bulan biaya perawatan dan rumah sakit menuntut pembayaran 200 juta dalam tiga hari. Di tempat kerjanya, seorang pria datang memberi hadiah dan mengaku sedang kesulitan—orang tuanya dirawat, adik-adiknya harus diberi nafkah—lalu meminta 200 juta. Wanita itu menerima permintaan, menawarkan agar pria ikut malam itu ke pekerjaannya dan berjanji memberikan seluruh penghasilan yang didapat. Adegan beralih ke lokasi pelanggan yang menunggu, dan keputusan pria untuk bekerja malam ini menjadi langkah berisiko; apakah ia bisa mengumpulkan 200 juta masih menggantung.