Kalvin Hartomo, CEO Grup Hartomo, secara tak terduga melamar Yaya dengan hadiah yang mewah sebagai tanda keseriusan, meski pernikahan itu awalnya dianggap palsu oleh keluarganya. Yaya merasa senang dan mulai menyadari bahwa Kalvin benar-benar menyukainya, tapi ibunya meremehkan dan menentang hubungan itu, bahkan menyuruh Cecil pergi. Setelah kematian ayahnya, Yaya merasa tak lagi memiliki tempat di rumah dan memutuskan pergi. Di sisi lain, Yaya mulai memahami kehidupan mewah Kalvin, tetapi masih bergulat dengan perasaan dan keputusan impulsifnya terkait pernikahan ini, meninggalkan ketegangan apakah hubungan mereka bisa bertahan.