Arka terbangun dalam situasi genting setelah kesadarannya hilang, menyadari dirinya berada di tubuh seorang terpidana mati yang akan dieksekusi. Ia merasa bersalah karena kegagalan menyerahkan anak yatim ke istana, yang menyebabkan keseluruhan keluarganya ikut dipenjara dan menghadapi hukuman mati. Arka bertekad menyelamatkan kakaknya, Rora, dan memanfaatkan pengumuman istana tentang hadiah bagi yang bisa membuat Selir Agung memiliki ASI sebagai peluang untuk bertahan hidup. Ia menantang risiko dengan meminta diantarkan menemui Selir Agung agar misinya dapat dimulai, sambil menghadapi ancaman hukuman mati yang menggantung jika gagal.