Episode ini dibuka dengan Nora dipaksa melepas masker dan dihina tamu karena wajahnya luka saat melayani sebuah resepsi; tamu mengeluh bayar mahal tapi dapat pelayan 'jelek', bahkan memerintahnya memegang teko teh panas dengan tangan terluka. Seorang pria—yang disebut ayah—mengaku pernah berjanji mengawinkan anaknya ke keluarga lain dan menyuruh Haris pura-pura sakit supaya Nora menggantikan Hera sebagai pengantin. Ketegangan memuncak saat kakek menentang perlakuan itu, tapi keluarga menegaskan Nora dari panti akan dijadikan pengganti; saat seseorang hendak menelpon untuk 'membuktikan', Nora menangis menolak, nasib pernikahan yang dipaksakan belum terselesaikan.