Dalam episode ini, situasi genting terungkap saat Grup Hameda kehilangan pemimpin mereka, Tuan Jared, dan siaran berita darurat mengingatkan warga untuk mengunci pintu dan tidak membukanya karena kerusuhan yang meluas. Ketegangan semakin meningkat ketika seorang pria menyindir tindakan permintaan bantuan yang dianggap sia-sia di tengah kekacauan. Rasa benci rakyat terus bertambah signifikan, dan seseorang menegaskan bahwa rasa kemanusiaan sudah tidak berguna serta terlalu mahal untuk dipertahankan di masa krisis ini, bahkan sampai menyatakan ketidakmampuan menghadapi kondisi tersebut sementara ancaman kematian menggantung di depan. Episode berakhir dengan ketegangan dan ancaman yang belum terpecahkan.