Penduduk kelaparan meminta Mason membuka pintu rumahnya untuk memberi makan, namun Mason menolak dengan kasar dan menganggap mereka tidak manusiawi. Ketegangan memuncak ketika orang-orang lapar mengancam akan menghancurkan pintu dan merebut persediaan. Mason dan penghuni lain mencoba menenangkan kerusuhan dengan menyemprotkan asap pedas untuk mengusir dan membingungkan masa yang marah. Meski berhasil mengusir, kebencian penduduk meningkat drastis, menandakan ancaman akan konflik yang lebih besar segera terjadi. Ketegangan berakhir dengan suasana yang masih tidak aman dan ketidakpastian atas keselamatan mereka selanjutnya.