Pada pesta ulang tahun Yuna, tamu menekan dia untuk memenuhi perjodohan dengan pewaris Keluarga Zoura sementara Yuna mengelak dan bercita-cita hidup nyaman. Seorang pengawal mengungkapkan orang tua Yuna dibunuh 12 tahun lalu dan dia disembunyikan lalu dibawa pulang untuk balas dendam, bukan untuk bersenang-senang. Yuna menolak, menyebut balas dendam berbahaya dan ingin hidup tenang. Hadirin menghina dia naif; ada usulan menjadikannya selir Kartel Serigala Buas. Perintah menangkap Yuna dan menyeretnya ke bos memicu serangan, pembelaan muncul, dan nasib Yuna tetap dipertaruhkan.
Bos Leo terlempar setelah serangan misterius; saksi menduga hanya Madam Naga mampu memanipulasi udara sejauh itu. Para pemimpin membahas ancaman: dalam tiga hari rapat lima keluarga akan membagi ulang wilayah dan Kongsi Phoenix diprediksi kehilangan posisi, sehingga mereka memutuskan mundur sekarang. Di tengah kekacauan, Nyonya Besar menunjuk Yuna sebagai pemimpin Kongsi Phoenix agar kenal pengurus geng, namun ibu dan keluarga mencerca Yuna sebagai tak berguna dan mengungkit kematian orang tuanya. Episode ditutup dengan Yuna tertekan menghadapi rapat besar yang menentukan nasib Kongsi Phoenix.
Yuna terjebak antara trauma masa lalu dan tekanan keluarga: adegan awal menampilkan ia mencoba membangunkan orang tuanya yang tewas, lalu narasinya menjelaskan ia diasingkan ke gunung, menyembunyikan kekuatannya, dan bertekad membalas. Kembali ke masa kini, nenek memaksa Yuna menyerahkan bisnis Keluarga Sivanka sebagai mahar dengan menikah ke Keluarga Zoura, terutama kepada Kak Xander, sementara anggota keluarga merendahkan kemampuan dan menyarankan empat kakaknya sebagai alternatif. Konflik memuncak pada keputusan perjodohan yang menggantung, memaksa Yuna menutup niat balas dendam demi menjaga keselamatan nama keluarga.
Yuna dipaksa menerima perjodohan keluarga untuk menghentikan ancaman, lalu berkata "Aku terima perjodohannya." Keluarga khawatir karena tunangan yang ditunjuk adalah Xander, pemimpin Blok Naga Langit yang dijuluki Raja Neraka. Seorang wanita mengklaim Xander dan posisi pemimpin Phoenix sebagai miliknya dan mengancam keselamatan Yuna. Xander menuntut bayaran: "Boleh, bayar dulu sini," sehingga Yuna menulis angka gila 19,8 triliun untuk menenangkan situasi. Nenek memerintahkan Yuna tinggal bersama Tuan. Episode berakhir saat Yuna tiba di rumah Xander; pertemuan canggung berujung instruksi singkatnya, tutup pintunya, menandai awal ko-tinggal yang tegang.
Yuna diremehkan oleh para hadirin—disebut jelek dan pemarah—lalu panik ketika teriakan memperingatkan adanya tiga pembunuh di luar dengan golok besar. Yuna kembali masuk, sementara Xander diminta berakting lalu beraksi melawan para penyerang; orang-orang mencari tempat sembunyi dan memberi semangat pada Xander. Di tengah kekacauan terungkap bau racun; seseorang mengaku racun itu awalnya ditujukan untuk Yuna namun kini dipakai terhadap "kau", membuat korban tak terduga. Para pengganggu mencemooh kesombongan Yuna, meninggalkan ketidakjelasan siapa yang diracuni dan konsekuensi yang akan muncul.
Episode dibuka dengan interogasi keras terhadap beberapa tersangka racun; mereka awalnya diam, lalu dua orang mengaku racun itu 'biasa' dan menunjuk Nona Kedua sebagai pemberi. Qiana bahkan menyebut kemungkinan keterlibatan keluarga Paman Kedua, lalu tahanan dibebaskan dengan ancaman. Adegan beralih ke Yuna yang bertemu seorang pria misterius: dia menawarkan melindungi rahasianya jika Yuna membatalkan pernikahan yang dijodohkan. Pria itu mengaku lebih memilih Madam Naga dan mengembalikan surat nikah; setelah tawar-menawar, mereka sepakat membatalkan nikah, meninggalkan konsekuensi pembatalan yang masih menggantung.
Xander menyelamatkan Nona Muda setelah tiga pembunuh menyerang; Nona ketakutan dan dilarikan ke rumah sakit, sementara orang-orang yang dipercayakan padanya menegur Xander karena gagal menjamin keselamatan. Di sisi lain, rapat para bos menandai habisnya perjanjian 10 tahun: pemimpin Keluarga Sivanka—disebut 'bocah manja'—dinilai lemah dan beberapa bos mendesak pembagian ulang wilayah tanpa menunggu persetujuannya. Sindiran soal garis keturunan memicu rencana pengambilalihan. Xander berencana menemui Madam Naga untuk menyatakan perasaannya; ancaman pada kepemimpinan Sivanka tetap menggantung.
Di pasar yang tegang, anggota Kongsi Phoenix meremehkan Yuna dan keluarganya, merencanakan merebut dermaga dan lapak setelah menyatakan Kongsi merugi dan tiga pembunuhan hanya keracunan. Di depan Nyonya Besar, orang-orang saling adu klaim wilayah hingga seorang pendukung meminta Yuna menunjukkan kehebatan aslinya; orang lain mengingatkan bahwa Yuna sudah terikat pertunangan dengan Keluarga Zoura dan Xander, pemimpin kuat yang bisa membangkitkan Kongsi Phoenix. Meski ada tekanan untuk membagi kekuasaan, akhir episode mengejutkan: pengumuman bahwa pertunangan Yuna dibatalkan, memicu ketidakpastian tentang dukungan Xander dan akibat perebutan kekuasaan.
Perjodohan Xander dan Yuna dibatalkan dua malam lalu, memicu cemoohan keluarga di sebuah acara. Nyonya Besar dan para paman mengejek Yuna sebagai pemalas yang tak layak memimpin Kongsi Phoenix. Kak Xander mengajari Yuna cara bersikap di depan keluarga sementara Qiana secara terbuka mengaku suka pada Xander dan menawarkan diri menjadi istri. Qiana menjanjikan membawa aset Keluarga Sivanka dan membagi 70 persen keuntungan jika ia memimpin Kongsi Phoenix. Beberapa paman menolak tawaran itu; episode berakhir saat para paman diminta memilih, keputusan mereka masih menggantung.
Rival berusaha merebut Kongsi Phoenix; sekelompok senior dan paman mendesak Yuna menyerahkan kepemimpinan dengan tanda tangan karena organisasi melemah setelah kematian putra Nyonya Besar. Yuna menolak dan mengancam pembelaan miliknya. Konflik memuncak ketika seorang anggota mengaku telah menjual informasi orang tua Yuna seharga 10 miliar, mengungkap pengkhianatan yang menyebabkan kematian mereka dan melibatkan elit kongsi. Nyonya Besar/Nenek bersumpah membalas kematian anak dan menantu, memerintahkan 'bunuh dia', namun seruan itu dihentikan—meninggalkan ancaman hukuman mati yang menggantung.