Tender kebun herbal dimenangkan oleh Kebun Herbal Bonia dengan nilai tertinggi 9,6, mengagetkan semua peserta. Seorang wanita menuduh Bonia melakukan kecurangan dan suap, memicu kecurigaan di antara peserta lain. Meskipun pihak penyelenggara menegaskan tidak ada kecurangan, keraguan merebak karena CEO Grup Farmasi Ansu memberi nilai sempurna 10 untuk Bonia tanpa penjelasan yang memuaskan. Konflik semakin memanas saat terungkap CEO tersebut adalah seorang sopir taksi, meninggalkan ketidakpastian besar atas keputusan tender dan reputasi perusahaan.