Seorang pria dan ayahnya terlibat konflik dengan pihak lain di Kota Rokan yang menuntut pria itu minta maaf dengan cara berlutut agar anaknya bisa tetap bekerja. Ayah menolak merendahkan diri dan memilih untuk menghadapi situasi itu sendiri, meski anaknya memohon agar tidak. Ketegangan memuncak saat ayah berdiri teguh demi mempertahankan usaha mereka, sebelum akhirnya mereka dipaksa bubar oleh kelompok lawan. Konflik ini meninggalkan ketidakpastian tentang masa depan pekerjaan anak dan kelangsungan usaha keluarga mereka.