Ferry, CEO start-up yang dikhianati tunangan dan sahabat, mengetahui mereka telah menguasai perusahaannya setelah menjebaknya mabuk dan menyetir dalam keadaan alkohol. Meski sudah meninggal, Ferry terlahir kembali dan kali ini merencanakan pembalasan. Saat makan malam di restoran mewah yang merupakan jebakan lama, Ferry mengungkap sudah sadar rencana mereka dan menyiapkan balasan. Ia memesan mobil Koenigsegg edisi terbatas senilai 400 miliar sebagai simbol balas dendamnya, menandai babak baru konfrontasi yang belum selesai.
Seorang pria mengagetkan pacarnya dengan membeli mobil mewah seharga 400 miliar tanpa diskusi terlebih dahulu, memicu pertengkaran tentang keputusan dan kepemilikan uang. Dia menolak klaim bersama atas uang tersebut, menegaskan itu miliknya sendiri. Meski pacarnya khawatir mobil mahal itu mudah rusak, pria itu ingin merasakan pengalaman mengendarainya dan menantang siapapun yang berani merusaknya. Mereka berencana ke hotel mewah untuk menghabiskan waktu dan uang tanpa takut tekor, namun ketegangan mengenai kontrol keuangan masih menggantung di antara mereka.
Ferry curiga Bella dan Ziko bersekongkol menyembunyikan sesuatu dan merasa dikhianati karena uang mereka dihamburkan, sementara Bella membela persahabatan 20 tahunnya dengan Ferry dan menyangkal tuduhan itu. Ketegangan meningkat saat Ferry menunjukkan rasa curiga yang dalam, merasa seperti dimanfaatkan sebagai 'mesin ATM'. Meski suasana berusaha dibuat santai dengan ajakan minum bersama dan canda, Ferry tetap waspada dan berusaha menguji dengan mengganti air minumnya sendiri agar mengetahui apakah Bella dan Ziko mencoba menjebaknya. Episode berakhir dengan Ferry menantang situasi, menunggu konsekuensi dari penggantian air minumnya.
Dalam episode ini, Ferry merayakan pendanaan sebesar dua triliun dan ingin Bella, yang biasanya suka minum, menemani minum bersama. Namun, Bella menolak karena tidak enak badan, membuat Ferry kesal hingga menyiramnya dengan air mineral sebagai reaksi emosional. Bella merasa dilecehkan di depan teman-teman Ferry dan hampir membalas, tetapi digagalkan oleh orang lain yang mengingatkan agar jangan merusak rencana. Konflik memuncak ketika Ferry menyatakan ingin mendidik Bella, memicu ketegangan yang belum selesai di antara mereka dan mempersulit hubungan mereka ke depan.
Di episode ini, Kak Ferry mendapat tamparan dari seorang pria yang mempertanyakan batasan hubungan mereka, memicu ketegangan antara ketiganya. Wanita yang terlibat berusaha menenangkan situasi dengan mengganti alkohol dengan teh, namun rencana licik untuk menjebak Ferry dan mengambil alih perusahaannya terus berlanjut. Seorang pria lain mengancam Ferry akan dibuat bangkrut dan kehilangan segalanya, termasuk wanita dan perusahaan. Kekhawatiran muncul ketika aksi penipuan dan persaingan bisnis semakin intens, diiringi ancaman kematian yang siap menimpa Leon malam itu, menandai konflik yang belum terselesaikan.
Episode ini bermula saat Ferry menuduh Bella dan Leon berciuman, yang kemudian dibantah Ferry dengan janji kesetiaan kepada pacarnya. Namun, Bella tiba-tiba merasa sakit perut dan pergi ke toilet, menciptakan ketegangan. Dalam perjalanan pulang, Ferry khawatir menyetir mobil mewah yang hampir senilai 400 miliar dan meminta pacarnya yang mengemudi. Ferry lalu mengaku takut dituduh mengemudi dalam keadaan mabuk jika menyetir mobil itu. Bella tiba-tiba mengabarkan dirinya didiagnosa usus buntu akut dan ingin ditemani ke rumah sakit, meninggalkan Ferry dan Leon dengan keputusan yang menggantung.
Setelah mobil Koenigsegg milik Ferry ditabrak dari belakang oleh seorang pengemudi yang diduga mabuk, keberatan Ferry memicu konflik hebat. Pengemudi itu mengajak berdamai dengan iming-iming uang dari keluarganya yang kaya, tapi Ferry menolak dan ingin melaporkan ke polisi karena trauma akibat ibunya meninggal akibat kecelakaan pengemudi mabuk. Ferry berusaha meminta pengemudi itu mengaku, namun yang bersangkutan menyangkal sambil mengeluarkan bau alkohol. Menjelang kedatangan polisi, ketegangan meningkat saat Ferry bersikeras mencari keadilan tanpa kompromi.
Kak Ferry yang semula diduga menderita usus buntu tiba-tiba kembali karena sakitnya hilang. Namun, ia justru terlibat kecelakaan setelah mengemudi dalam keadaan mabuk, menabrak mobil seseorang. Kak Bella, yang mendampingi Ferry, berusaha mengurus masalah tersebut dan menawarkan damai, tapi korban sudah melaporkan ke polisi. Kondisi ini mengancam kontrak pendanaan penting yang harus ditandatangani Ferry besok. Bella berencana mengambil alih perusahaan dengan membuat draf kontrak kuasa agar bisnis tetap berjalan sementara Ferry berurusan dengan hukum. Ketegangan meningkat saat mereka mencoba menyelamatkan rencana bisnis di tengah krisis ini.
Seorang pria dihentikan polisi atas dugaan mengemudi dalam pengaruh alkohol, namun dia bersikeras tidak minum dan menolak dites napas. Pacarnya berusaha menenangkan sekaligus mendukungnya, namun pria itu tetap keras kepala, menuduh polisi dan berbicara kasar. Polisi mengecam kelakuannya dan meminta pria tersebut meniup alat tes. Setelah diuji, hasilnya nol alkohol, yang membuat pria itu dan pacarnya terkejut. Ketegangan meningkat karena pria itu mempertanyakan keaslian hasil tes, meninggalkan situasi yang belum terjawab apakah tuduhan itu salah atau ada penyebab lain di balik insiden ini.
Ferry berhasil membangun bisnis besar dan mendapat pendanaan 2 triliun. Namun, malam sebelum konferensi penting, pacarnya Bella dan sahabatnya Ziko berkhianat. Mereka memaksa Ferry minum alkohol lalu memaksanya menyetir hingga tertangkap polisi karena mabuk. Saat Ferry terpenjara, mereka merebut perusahaannya. Setelah dia bebas, pengkhianatan mereka semakin brutal dengan mengancam nyawanya. Konflik penuh pengkhianatan dan perjuangan ini menguji batas kesetiaan dan kepercayaan dalam kisah yang penuh ketegangan.