Cade Archer memenangkan babak final pertandingan e-sports dengan kemenangan legendaris satu lawan lima. Sebagai hadiah, ia mencoba kapsul VR generasi terbaru yang menginisiasi Tautan Neural, sebuah teknologi baru. Tiba-tiba, sistem dimatikan paksa, membuatnya bingung di lingkungan baru yang asing. Tutorial kemudian diaktifkan, memberinya kemampuan Bola Cahaya yang membuatnya kebal serangan selama 10 menit, sebuah keuntungan yang ia anggap curang. Namun, permulaan tutorial ini justru menimbulkan pertanyaan tentang tujuan sebenarnya dari pengalaman VR yang tidak biasa ini.
Seorang pria menghadapi ancaman langsung di suatu tempat, mungkin dari sosok antagonis yang memanggilnya dengan kata-kasar. Ia meminta waktu dan bertekad bahwa hari ini bukanlah hari kekalahannya. Emosinya terpantau mengalami fluktuasi. Sosok lain, yang disebut sebagai legenda dan juara dengan julukan "Code Arched", tampaknya terlibat dalam situasi ini. Pria tersebut merasa upayanya belum cukup dan mencapai level kritis, sambil terus meminta sesuatu. Episode berakhir dengan ketegangan tinggi saat ia akhirnya mendapatkan apa yang telah dinantikan, menandakan titik balik yang menentukan namun belum terselesaikan.
Sebuah drone atau robot pengintai mulai mengidentifikasi kelemahan lawan dalam situasi pertempuran. Pemandu atau operatornya menganalisis titik lemah seperti mata, inti, atau sumber energi. Setelah kelemahan teridentifikasi, sistem memulai hitung mundur serangan dan mengunci target dengan perintah untuk tidak berkedip. Serangan diluncurkan dan mengenai sasaran. Pihak yang menyerang kemudian mereplikasi sebuah senjata besar dan berat untuk digunakan. Dengan senjata baru di tangan, mereka menyatakan saatnya untuk beraksi dan memulai hitung mundur berikutnya, menandakan fase pertarungan yang lebih intens akan segera dimulai.
Episode ini menampilkan seorang penembak yang sedang menjalankan misi dalam beberapa fase. Ia berhasil mengelabui target dan memanfaatkan posisi tinggi untuk mengincar tiga musuh dengan satu peluru. Dengan perhitungan matang, ia menembak tepat sasaran meski mata tertutup. Kesehatannya tinggal 3% dan kemampuan khususnya hampir habis saat diserang secara mental, namun ia berhasil melancarkan tembakan terakhir yang mengkritik bos hingga tereliminasi. Setelah menerima hadiah berupa Armor Taktis, ia mendeteksi kejanggalan dan mendengar langkah kaki seseorang yang mendekat, menandakan kedatangan manusia tak dikenal.
Protagonis mendapatkan hadiah 8 miliar untuk naik satu level dan bereaksi terhadap batas yang diterapkan sistem. Ia membuka hadiah spesial dan mengevaluasi pilihan armor dan kemampuan. Setelah memutuskan untuk mengambil kemampuan bertahan hidup alih-alih gaya siluman, ia memulai proses penyerapan yang menghasilkan evolusi senjata menjadi Glock 18 mode otomatis. Dengan senjata barunya, ia keluar dari area dan mendeteksi gelombang energi, bersiap untuk menemui entitas lain di lokasi tersebut.
Seseorang dengan misi untuk menjelajahi Benua Atherea tiba di dunia baru ini. Dia mempelajari aturan dunia yang memiliki sistem pertarungan, level, dan profesi. Saat mengamati kepulan asap, dia dihadang oleh anggota Pasukan Silver Claw bernama Lia dan kawan-kawan, yang memperingatkannya tentang monster level tinggi di hutan. Mereka menawarkan untuk membawanya ke Kamp Iron Bolt dengan syarat dia tetap dekat. Dalam perjalanan, mereka mempertanyakan profesinya sebagai pemanah tanpa busur. Mereka tiba di Kota Iron Bolt, kota netral di Benua Atherea tempat berbagai ras hidup berdampingan. Dia menyadari levelnya telah naik menjadi level dua.
Setelah menyelesaikan penaklukan level B, Silver Claw dan pasukannya kembali ke pemukiman. Seorang anggota baru, seorang pemanah berlevel dua dengan pakaian yang tidak biasa, mendaftar untuk bergabung dengan ekspedisi mereka ke Hutan Shadow. Beberapa anggota pasukan menertawakannya, mempertanyakan kemampuannya dan menyebutnya sebagai beban. Saat mereka menghalangi jalannya menuju gilda untuk menyerahkan misi, sang pemanah meminta mereka untuk minggir dengan sikap tegas. Hal ini memicu kemarahan salah satu anggota bernama Brock, yang merasa dihina oleh seseorang yang dianggapnya lemah. Brock mengaktifkan duel paksa untuk memberi pelajaran kepada pemanah itu, mengancam nyawanya di tengah kerumunan yang menyaksikan.
Seorang pria mencoba masuk ke sebuah kota, tetapi seorang penjaga menantangnya dengan senjata seadanya. Pria itu kemudian menunjukkan tanda 'Pembunuh Dewa' yang membuat sang penjaga terkejut karena levelnya tampak rendah. Akhirnya, ia diizinkan masuk. Di dalam kota, sang penjaga menanyakan identitasnya, dan pria itu menjawab bahwa ia adalah seorang pemain tersesat. Tiba-tiba, peringatan darurat berbunyi: gerombolan monster level B dan monster level A bernama Mamut Batu mendekati hutan barat, menyimpang dari teritori biasanya. Otoritas kota memanggil semua petualang untuk membantu menahan serangan dengan imbalan yang dilipatgandakan. Sang penjaga kemudian menoleh kepada pria misterius itu dan bertanya apakah ia bersedia untuk membantu.
Seorang pria misterius tiba-tiba muncul dan mengkritik kemampuan para penyihir yang sedang bertarung, menyebut mereka amatir karena sihir yang lambat dan kurangnya pemahaman tentang titik lemah musuh. Ia lalu mengambil alih komando, memerintahkan para penyihir untuk mundur dan mencari perlindungan. Seorang penyihir wanita menyadari pria itu menyelamatkannya. Pria itu kemudian memberikan instruksi terperinci kepada pasukan panah untuk membidik sendi kaki belakang kiri musuh, sambil memperingatkan seorang bocah agar tidak mengacau. Meski awalnya ragu, pemimpin pasukan akhirnya memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti perintah pria tersebut, dan serangan pun dilancarkan.
Lia dan kawannya mencoba menjebak seseorang menggunakan mantra Ikatan Bumi dan sempat menyangka berhasil. Namun, siraman sihir pengikat gagal karena kesalahan dalam titik konvergensi dan teori dasar saat perapalan, menunjukkan ketidakpedulian penyihir di dunia itu terhadap efisiensi energi. Target berhasil melepaskan diri dan justru menyerang balik, membuat Lia dalam bahaya. Kawannya berteriak meminta tolong, tetapi situasi terhenti saat seseorang mengintervensi dengan teriakan "Cukup!". Episode berakhir dengan terungkapnya bahwa ancaman yang lebih besar, Mamut Batu, telah berhasil dikalahkan, menyisakan pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab dan bagaimana nasib Lia selanjutnya.