Ketika Nenek buyut tiba-tiba menghadiahkan beberapa rumah kuno di Seruni kepada seorang wanita dan bocahnya, keluarga Jamari terkejut melihat nilai aset itu. Reaksi cepat berubah menjadi ketegangan saat Kakek menambahkan setengah saham Grup Jamari dan memerintahkan pengacara untuk menyiapkan tanda tangan segera. Beberapa anggota keluarga meragukan asal-usul wanita dan anak itu, sementara wanita itu mencoba membuka pembicaraan ulang dengan Kak Yandi tentang pernikahan dan pewarisan. Tuduhan 'wanita liar' dan rencana untuk 'menunjukkan' keserakahan keluarga mengikis kepercayaan. Tanda tangan yang diminta dan ancaman pengungkapan meninggalkan nasib warisan dan posisi pewaris menggantung.