Ketika Eny berhasil menangkap seekor babi hutan di luar gerbang desa, warga segera berkumpul untuk membagi dagingnya yang langka di masa kelaparan. Bu mengambil kendali dengan membagi tugas memasak, menginstruksikan untuk mencincang sisa daging goreng dan sayur liar, serta menyalakan api agar hidangan bisa segera dibuat. Namun, anak-anak meragukan kemampuan Bu memasak dan takut tepung persediaan terakhir akan terbuang sia-sia. Ketegangan muncul saat Bu berusaha membuktikan dirinya, sementara warga menunggu hasil masakan yang menentukan kelangsungan makanan mereka selanjutnya.