Episode dimulai dengan pengakuan seorang anak bahwa ibunya meninggal karena kanker perut, dan ia terpukul oleh kehilangan. Di tengah kesedihan, seseorang mengakhiri hubungan dengan ucapan 'Ayo kita putus, aku mencintai orang lain,' memicu konfrontasi singkat dan ungkapan 'Bencilah aku.' Di hadapan nenek ia menolak kuliah keuangan dan tegas menyatakan ingin pindah jurusan ke kedokteran supaya 'di dunia ini nggak ada kanker.' Satya didesak teman agar lebih kuat dan tidak terus memikirkan yang pergi; pilihan untuk melangkah ambil jurusan baru atau terpuruk masih menggantung.