Di koridor Rumah Sakit Nugraha, anak kecil Nana dikejar dan hampir dirampas kalungnya sampai ayahnya tiba untuk melindungi. Dua petugas keamanan, termasuk Pak Satya, ketakutan dan mengaku menyerang atas perintah seseorang saat mereka minta menyerahkan barang. Ayah mengungkapkan dirinya memang direktur rumah sakit, sementara Nana menjelaskan kalung itu adalah kalung emas panjang umur yang ibunya anggap sangat penting. Pertukaran memuncak ketika mereka menuduh orang yang memberi perintah, dan pertanyaan tentang keberadaan serta alasan ibu pergi tetap tak terjawab, meninggalkan tuduhan dan rahasia yang harus diungkap.