Episode dibuka saat seorang anak, Nana, dinyatakan tinggal bersama Ayah karena "Kinar membuatmu menderita"; Ibu diumumkan tak lagi ada dalam hidupnya. Kakek-nenek menggoda Nana dengan hadiah, sementara Ayah memerintahkan Reza membangun taman bermain besar dan sebuah "istana" agar Nana dan Ibu bisa tinggal tersembunyi. Di lain tempat, beberapa orang membahas bahwa Satya membenci Kinar dan meragukan Nana akan ikut kencan buta; mereka memprediksi pertemuan dengan Kinar akan melumpuhkan Nana. Episode ditutup dengan kembalinya seorang Nona Muda, menandai kemungkinan pertemuan antara Kinar, Satya, dan Nana yang belum terselesaikan.
Di episode ini, Nana berjuang untuk menyelamatkan ibu yang menderita leukemia sementara ayahnya mencoba membahagiakan anaknya dengan membeli mainan, pengasuh, dan menyiapkan perawatan nutrisi. Ayah berjanji memberi yang terbaik dan ingin Nana berperilaku baik, karena Nana berharap dengan demikian ia akan setuju menyelamatkan ibu. Pak Satya menyerahkan obat pereda sakit yang dikembangkan untuk Nana, lalu Nana, mengetahui ibu setiap hari sakit, meminta izin membawa obat itu untuk diberikan kepada ibunya. Ayah mempertanyakan keputusannya; episode berakhir pada ketegangan apakah ayah akan mengizinkan atau menolak niat Nana.
Nana bersikeras ingin memberikan obat kepada Ibu yang sedang di luar, sementara seorang dewasa menyuruhnya memutuskan sendiri dan tidak memberitahu Ayah. Ibu harus ke rumah sakit sehingga seorang anggota keluarga pergi, meminta sopir mengantar Nona Muda, dan Kakek serta Nenek mengizinkan pertemuan dengan Ibu. Obat itu dimaksudkan agar Ibu tidak sakit saat sendirian, menenangkan kekhawatiran Nana. Di sisi lain terungkap bahwa Satya masih belum bisa melupakan Kinar dan bertekad memeriksa alasan sebenarnya Kinar meninggalkannya, meninggalkan pertanyaan penting yang belum terjawab.
Pak Satya mengikuti Nona Muda ke arah rumah sakit karena ia khawatir wanita lain akan mengambil kembali putrinya setelah mengaku baru saja mendapatkannya kembali. Di jembatan dekat rumah sakit yang penuh pembuangan, Nana muncul membawa obat untuk ibunya yang pingsan. Nana memberitahu ibunya bahwa Ayah datang menjemput dan bahwa Ayah adalah Direktur Rumah Sakit Nugraha; ia menawarkan obat penghilang sakit. Nana terus membangunkan Ibu hingga Ibu mengenali Ayah dan memanggilnya. Episode berakhir saat Ayah muncul di lokasi, meninggalkan ketegangan tentang pertemuan antara pengikut dan penjemput.
Satya hancur saat ibunya meninggal karena kanker. Kinar, pacarnya, didiagnosis leukemia; tak ingin menambah luka Satya, ia menyembunyikan sakitnya lalu meminta putus. Hancur, Satya pergi ke luar negeri belajar kedokteran. Lima tahun kemudian dia kembali sebagai direktur rumah sakit, membawa obat anti-kanker yang ia kembangkan. Ia tidak tahu Kinar, setelah melahirkan putri mereka, semakin parah leukemianya dan jatuh miskin hingga tidur di bawah jembatan karena biaya pengobatan. Satya menemukan Kinar lewat putri kecil mereka. Ketegangan memuncak saat kebenaran terungkap; kesalahpahaman diluruskan. Di ambang kematian, Kinar diselamatkan oleh suntikan anti-kanker Satya. Pengorbanan dan cinta diuji — keluarga kecil itu akhirnya bersatu kembali.
Satya hancur saat ibunya meninggal karena kanker. Kinar, pacarnya, didiagnosis leukemia; tak ingin menambah luka Satya, ia menyembunyikan sakitnya lalu meminta putus. Hancur, Satya pergi ke luar negeri belajar kedokteran. Lima tahun kemudian dia kembali sebagai direktur rumah sakit, membawa obat anti-kanker yang ia kembangkan. Ia tidak tahu Kinar, setelah melahirkan putri mereka, semakin parah leukemianya dan jatuh miskin hingga tidur di bawah jembatan karena biaya pengobatan. Satya menemukan Kinar lewat putri kecil mereka. Ketegangan memuncak saat kebenaran terungkap; kesalahpahaman diluruskan. Di ambang kematian, Kinar diselamatkan oleh suntikan anti-kanker Satya. Pengorbanan dan cinta diuji — keluarga kecil itu akhirnya bersatu kembali.
Satya hancur saat ibunya meninggal karena kanker. Kinar, pacarnya, didiagnosis leukemia; tak ingin menambah luka Satya, ia menyembunyikan sakitnya lalu meminta putus. Hancur, Satya pergi ke luar negeri belajar kedokteran. Lima tahun kemudian dia kembali sebagai direktur rumah sakit, membawa obat anti-kanker yang ia kembangkan. Ia tidak tahu Kinar, setelah melahirkan putri mereka, semakin parah leukemianya dan jatuh miskin hingga tidur di bawah jembatan karena biaya pengobatan. Satya menemukan Kinar lewat putri kecil mereka. Ketegangan memuncak saat kebenaran terungkap; kesalahpahaman diluruskan. Di ambang kematian, Kinar diselamatkan oleh suntikan anti-kanker Satya. Pengorbanan dan cinta diuji — keluarga kecil itu akhirnya bersatu kembali.
Satya hancur saat ibunya meninggal karena kanker. Kinar, pacarnya, didiagnosis leukemia; tak ingin menambah luka Satya, ia menyembunyikan sakitnya lalu meminta putus. Hancur, Satya pergi ke luar negeri belajar kedokteran. Lima tahun kemudian dia kembali sebagai direktur rumah sakit, membawa obat anti-kanker yang ia kembangkan. Ia tidak tahu Kinar, setelah melahirkan putri mereka, semakin parah leukemianya dan jatuh miskin hingga tidur di bawah jembatan karena biaya pengobatan. Satya menemukan Kinar lewat putri kecil mereka. Ketegangan memuncak saat kebenaran terungkap; kesalahpahaman diluruskan. Di ambang kematian, Kinar diselamatkan oleh suntikan anti-kanker Satya. Pengorbanan dan cinta diuji — keluarga kecil itu akhirnya bersatu kembali.
Satya hancur saat ibunya meninggal karena kanker. Kinar, pacarnya, didiagnosis leukemia; tak ingin menambah luka Satya, ia menyembunyikan sakitnya lalu meminta putus. Hancur, Satya pergi ke luar negeri belajar kedokteran. Lima tahun kemudian dia kembali sebagai direktur rumah sakit, membawa obat anti-kanker yang ia kembangkan. Ia tidak tahu Kinar, setelah melahirkan putri mereka, semakin parah leukemianya dan jatuh miskin hingga tidur di bawah jembatan karena biaya pengobatan. Satya menemukan Kinar lewat putri kecil mereka. Ketegangan memuncak saat kebenaran terungkap; kesalahpahaman diluruskan. Di ambang kematian, Kinar diselamatkan oleh suntikan anti-kanker Satya. Pengorbanan dan cinta diuji — keluarga kecil itu akhirnya bersatu kembali.
Satya hancur saat ibunya meninggal karena kanker. Kinar, pacarnya, didiagnosis leukemia; tak ingin menambah luka Satya, ia menyembunyikan sakitnya lalu meminta putus. Hancur, Satya pergi ke luar negeri belajar kedokteran. Lima tahun kemudian dia kembali sebagai direktur rumah sakit, membawa obat anti-kanker yang ia kembangkan. Ia tidak tahu Kinar, setelah melahirkan putri mereka, semakin parah leukemianya dan jatuh miskin hingga tidur di bawah jembatan karena biaya pengobatan. Satya menemukan Kinar lewat putri kecil mereka. Ketegangan memuncak saat kebenaran terungkap; kesalahpahaman diluruskan. Di ambang kematian, Kinar diselamatkan oleh suntikan anti-kanker Satya. Pengorbanan dan cinta diuji — keluarga kecil itu akhirnya bersatu kembali.