Nana mengumpulkan botol-botol yang ditemukannya untuk menjual demi membayar perawatan Ibu yang menderita leukemia. Ibu mengaku diusir dari Rumah Sakit Maida karena tak mampu bayar dan melarang Nana menanggung beban; ia berjanji setelah menemukan ayahnya Nana harus ikut dengannya. Di sisi lain, Reza bersikeras ingin jadi dokter dan menolak terlibat bisnis keluarga, sementara neneknya mendesak soal pernikahan demi meneruskan keturunan Nugraha dan bahkan menjodohkannya dengan perawat. Di Rumah Sakit Nugraha, seseorang terpaku melihat kalung emas - seorang wanita tiba-tiba bertanya kepada anak itu, "Nak, apa kau putriku?"
Satya menculik seorang anak perempuan bernama Nana; Paman dan Nenek yakin anak itu adalah keturunan Satya karena kemiripan fisik dan keduanya berbagi alergi kacang, sedangkan Nana dan orang di sekitarnya membantah. Konflik memuncak saat keluarga menuntut agar Satya melepaskan anak, mengancam memanggil polisi, dan menasihatinya ke psikiater. Nenek menyesali sikapnya soal pernikahan yang memaksa Satya. Mereka sepakat melakukan tes DNA dengan sampel rambut untuk menegaskan kebenaran. Di akhir episode Satya mengungkap dugaan bahwa lima tahun lalu, ketika Kinar berpisah darinya, Kinar mungkin sudah mengandung Nana; hasil DNA tetap belum terungkap.
Di episode ini, Nana membangunkan ibunya yang sakit dan melapor soal pria aneh yang mengaku ayahnya, sambil memperlihatkan foto sebagai bukti. Seseorang memberi tahu Satya bahwa pria itu sudah kembali dan mengenali Nana; ibu bimbang antara marah karena ayah tak pernah menjenguk dan harapan agar ia bisa menjaganya. Nana menolak ikut ayah dan menyalahkan ibu, sementara ibu mendesak agar Nana memaafkan demi keselamatan keluarga. Terungkap pula ayah kemungkinan bukan dokter tapi lulusan keuangan, sehingga kemampuan menolong dipertanyakan. Nana akhirnya memutuskan meminta direktur menyelamatkan ibu, pilihan yang belum terselesaikan.
Episode dimulai dengan pengakuan seorang anak bahwa ibunya meninggal karena kanker perut, dan ia terpukul oleh kehilangan. Di tengah kesedihan, seseorang mengakhiri hubungan dengan ucapan 'Ayo kita putus, aku mencintai orang lain,' memicu konfrontasi singkat dan ungkapan 'Bencilah aku.' Di hadapan nenek ia menolak kuliah keuangan dan tegas menyatakan ingin pindah jurusan ke kedokteran supaya 'di dunia ini nggak ada kanker.' Satya didesak teman agar lebih kuat dan tidak terus memikirkan yang pergi; pilihan untuk melangkah ambil jurusan baru atau terpuruk masih menggantung.
Seorang anak masuk ke kantor direktur meminta menemui pimpinan, mengaku wakil direktur lalu menjelaskan bahwa ibunya menderita leukemia dan memohon pertolongan. Wakil Direktur Lina dan staf menolak, merendahkan keluarga itu sebagai tidak punya uang dan kuasa dan mengingatkan bahwa ibu anak itu pernah diusir karena tak mampu bayar; mereka berusaha mengusir anak itu. Suasana berubah ketika Pak Satya mendengar keributan, keluar dan memperhatikan anak serta kondisi orang di ruangan; ia bahkan menawarkan biar saya pijat kepala Anda. Episode berakhir dengan kekagetan singkat apa ini, meninggalkan nasib permohonan belum jelas.
Hasil tes DNA yang dibawa asisten mengungkapkan kepada Pak Satya bahwa gadis kecil itu adalah putrinya, disusul pernyataan seorang wanita, "Dia benar-benar melahirkan anakku." Petugas meminta agar 'Nona Muda' dijemput, sementara Bu Lina diberi tahu bahwa Asisten Reza memerintahkan tes cepat karena Pak Satya mencari putri kandungnya yang lama hilang. Rekan kantor berspekulasi soal cucu keluarga Nugraha dan ditegur untuk kembali bekerja. Di luar, seorang lain mengancam anak itu secara langsung—ungkapan ancaman itu meninggalkan pertanyaan serius tentang keselamatan anak dan reaksi keluarga yang baru terbuka.
Episode dibuka dengan konfrontasi di mana seorang wanita mengecam keluarga miskin—memanggil anaknya 'anak haram'—dan seorang pria membela Nana: 'Putriku bukan anak haram.' Kemudian terungkap bahwa keluarga kaya membayar mahal untuk menjemput putri mereka; Satya ditekan untuk menemukan Nana secepatnya. Nenek yang rindu cucu membayangkan hadiah mewah—membeli lahan, membangun mal, liburan ke Maldives, bahkan taman bawah laut—lalu memutuskan Nana harus berganti marga dan menjadi anggota Keluarga Nugraha. Mereka memberi ultimatum: cepat cari dia, jika tidak ketemu hari ini nenek tidak akan pulang.
Saat penggusuran oleh Rumah Sakit Keluarga Nugraha berlangsung, petugas mengusir penghuni dari tempat tidur mereka; kapten memerintahkan untuk mengangkut mereka ke tempat pembuangan sampah. Seorang pria memukul ibu, anaknya Nana berusaha melindungi dan hampir kehilangan kalung warisan ketika orang-orang hendak merampasnya. Ibu menyuruh Nana lari dan mencari ayahnya karena dia akan melindungimu. Seorang pekerja menolak perintah dan berhenti, memperkeruh situasi. Nenek panik menanyakan cucunya; keluarga memeriksa rekaman CCTV dan menemukan Nana di sekitar lokasi. Adegan berakhir dengan seseorang bersiap mengejar, meninggalkan nasib Nana dan konfrontasi yang menggantung.
Di koridor Rumah Sakit Nugraha, anak kecil Nana dikejar dan hampir dirampas kalungnya sampai ayahnya tiba untuk melindungi. Dua petugas keamanan, termasuk Pak Satya, ketakutan dan mengaku menyerang atas perintah seseorang saat mereka minta menyerahkan barang. Ayah mengungkapkan dirinya memang direktur rumah sakit, sementara Nana menjelaskan kalung itu adalah kalung emas panjang umur yang ibunya anggap sangat penting. Pertukaran memuncak ketika mereka menuduh orang yang memberi perintah, dan pertanyaan tentang keberadaan serta alasan ibu pergi tetap tak terjawab, meninggalkan tuduhan dan rahasia yang harus diungkap.
Episode dimulai dengan Ayah yang menenangkan Nana dan berjanji akan menjaganya; ia juga memerintahkan Reza menindak pelaku dan mengusir mereka dari Sirata. Nana dirawat di rumah karena luka luar dan kondisi melemah akibat kelaparan lama. Nenek menuduh Kinar mengkhianati cinta keluarga dan menyiksa putri mereka, sementara pelaku memohon ampun. Ketegangan bertambah saat direktur rumah sakit mengumumkan pembelian lahan dan memerintahkan penggusuran tempat tidur mereka. Keluarga khawatir Ibu, yang dilarang disebut di depan Ayah dan diduga tinggal di bawah jembatan, akan kehilangan tempat — apakah Ayah bisa menyelamatkannya tetap menggantung.