Seorang wanita hamil 12 minggu menjalani pemeriksaan USG dan gelisah karena perutnya membesar dengan cepat, menimbulkan dugaan tumor. Dokter mempertanyakan riwayat hubungan intinya, dan wanita itu mengaku baru mengalaminya semalam. Ia bercerita tentang pertemuannya dengan seorang pria bernama Frenky Yanto yang meninggalkan tanda khusus pada dirinya. Namun, pembesaran perutnya berlanjut secara tidak wajar hingga menimbulkan rasa sakit dan tanda-tanda persalinan dini. Episode berakhir dengan ketidakpastian saat wanita itu sendirian tanpa keluarga menghadapi persalinan yang mendesak.
Seorang ibu melahirkan bayi laki-laki dengan penuh harapan, bahkan bayi itu sudah bisa mengucapkan 'ibu' saat baru lahir. Namun, ayah menolak keberadaan bayi itu dan istrinya, menganggap anak laki-laki itu sebagai aib dan menolak menerimanya di rumah. Ibu berjuang dengan kesulitan keuangan dan kehilangan tempat tinggal, sementara ayah menegaskan bahwa memiliki anak perempuan sudah cukup. Di tengah penolakan dan ketidakpastian, ibu harus memutuskan langkah selanjutnya untuk melindungi masa depan anaknya yang baru lahir.
Tuan Frenky menghadapi tekanan suku serigala untuk memilih penerus keturunan dari antara semua betina yang hadir. Ia menolak menikah dan memiliki keturunan, meski usianya sudah memasuki masa birahi di usia 100 tahun. Ketegangan muncul saat diketahui ada seorang wanita manusia yang memberikan anak serigala campuran kepada mereka, dan anak itu dipastikan benar anak Frenky. Hal ini mengungkap fakta bahwa wanita manusia itu adalah pasangan Frenky pada malam sebelumnya. Di akhir episode, wanita itu berjanji akan datang menjemput anaknya, sementara suku serigala menunggu kehadirannya dengan penuh pertanyaan. Konflik soal penerus keturunan dan hubungan manusia-serigala masih menggantung.
Seorang ibu marah dan kecewa karena seorang pria yang berhubungan dengannya menghilang tanpa kabar dan meninggalkan anak mereka sendirian. Ia menuntut agar anaknya dikembalikan. Sementara itu, di tempat lain, seorang anak merayakan ulang tahunnya dengan orang-orang sekitar, berharap bisa bertemu ibunya sebelum berusia dua tahun. Harapan ini dijawab dengan janji bahwa ayahnya akan mencarikan ibu untuknya, menimbulkan ketegangan tentang bagaimana mereka akan bersatu kembali.
Setelah lulus kuliah, seorang wanita memulai kerja di Grup Wajo dengan tekad menjadi karyawan tetap agar bisa mengunjungi kastil dan membawa anaknya pulang. Saat hari pertama kerja, ia diberi peringatan soal Pak Frenky, pebisnis muda dan sangat kaya yang juga sangat membenci jika ada yang mendekatinya untuk kepentingan pribadi. Wanita itu diingatkan untuk tidak mengaitkan diri dengan Pak Frenky agar peluang mendapat posisi tetap tidak terancam. Ia harus hati-hati karena Pak Frenky mudah mengetahuinya. Episode berakhir dengan adegan sapaan di kantor saat ia bertemu langsung dengan Pak Frenky.
Libby Lorenza mendapat teguran dari Pak Frenky soal sikapnya di kantor yang dianggap mencerminkan citra perusahaan. Di luar kantor, Libby merasa ada rasa familiar dengan seseorang yang baru dikenalnya, membingungkan dirinya sendiri. Di tempat terpisah, Pak Frenky diperintahkan untuk mencari 'Tuan Muda' yang kabur dari rumah sambil mencari ibunya; Pak Frenky diperintahkan juga untuk melumpuhkan Tuan Muda jika perlu. Libby kemudian menemui dokter terkait kondisi tubuhnya yang mengeluarkan aroma aneh sehingga menarik hewan kecil. Dokter memberikan salep khusus dengan efek terbatas agar aroma itu bisa ditutupi. Episode berakhir saat Libby mendengar suara seorang anak kecil memanggil 'Ibu'.
Seorang anak bernama Harvi Yanto dengan yakin mencari ibunya yang sudah lama hilang dan menyatakan dirinya adalah anaknya, namun wanita yang ditemuinya mengaku bukan ibunya dan meragukan usianya yang disebut satu tahun. Harvi bersikeras mengenal ibunya dan menunjukan kerinduannya, sementara wanita itu bingung dengan perbedaan informasi tentang umur Harvi. Setelah itu, seorang pria bernama Frenky diberitahu bahwa Harvi sudah ditemukan di perusahaan, dan muncul niat untuk mencari ayah Harvi yang ternyata bekerja di tempat itu, menyisakan pertanyaan tentang identitas lengkap dan hubungan keluarganya.
Harvi membawa Temyssa Hard kepada Pak Frenky dengan harapan menemukan ibunya, namun Pak Frenky segera menyadari Temyssa bukan wanita yang dicari karena tidak ada aroma khas yang dikenalnya. Pak Frenky meminta agar Harvi dibawa pulang terlebih dahulu. Setelah itu, Pak Frenky menegur Libby karena sikap liciknya yang membuat Harvi mengira dia adalah ibunya, lalu memecat Libby dengan alasan dia sengaja mendekati Harvi untuk tujuan tersembunyi. Libby mempertanyakan alasan pemecatan tersebut, tetapi konfrontasi berakhir dengan tuduhan Pak Frenky tanpa penjelasan jelas, meninggalkan konflik antara mereka belum tuntas.
Libby menghadapi mantan bosnya, Pak Frenky, yang menghardiknya untuk berhenti berbuat jahat dan fokus bekerja. Ketegangan terjadi saat Libby menyebut keputusan Pak Frenky memecat ibunya dan melarangnya bertemu sang ibu. Libby mengancam mogok makan sebagai protes, memicu rasa iba di sekitarnya. Meskipun Pak Frenky awalnya keras, ada usulan membiarkan Libby bertemu wanita yang bukan ibunya agar ia terhibur. Episode berakhir dengan Libby yang tetap menolak makan dan suasana yang penuh tekanan, sementara keputusan Pak Frenky dan nasib hubungan mereka masih menggantung.
Libby memulai hari pertamanya di tempat kerja dengan konflik setelah langsung dipecat karena sikapnya yang dianggap bermasalah. Ia ditegur keras oleh seorang pria yang mengingatkan masa lalunya—hamil di luar nikah dan tanpa dukungan ayah anaknya—sementara Roman, pria paruh baya yang tampak serius, memberikan perhatian dengan memilihkan baju khusus untuknya. Ketegangan meningkat ketika Libby membalas dengan kasar, memicu pertengkaran yang berujung pada upaya orang lain untuk membawa Libby pergi, meninggalkan situasi menggantung penuh ketidakpastian.