Penjual semangka, Pak Leus yang menyamar, diintimidasi oleh sekelompok pungli yang mengklaim wilayah dan mengancam merusak lapaknya jika buahnya tidak matang. Pelanggan mengeluh semangka pahit; pelaku menuntut uang, tetapi Pak Leus mematok 200 ribu untuk kerusakan dan menyuruh mereka membersihkan sampah. Seorang pria datang, memerintahkan para pungli berlutut, memaksa mereka membayar dan pergi. Kemudian pemilik proyek diminta menampung putra pria itu, Hans, untuk belajar; Pak Leus menegaskan identitasnya harus tetap tersembunyi dan pihak proyek menjamin kerahasiaan. Episode berakhir saat telepon menuntut tebusan: "putramu bikin masalah", menimbulkan krisis langsung.