Setelah berhasil bertahan dari tekanan Ratu Iblis, klan-klan monster air menerima wilayah baru sebagai hadiah, tetapi klan Duyung Sembilan Cahaya hanya mendapatkan wilayah tingkat D yang buruk. Konflik muncul ketika Arjendra mengejek dan menawarkan agar mereka menjadi budak di istananya demi sumber daya yang lebih baik, memicu kemarahan Lanyra yang menegaskan hukum kuno tentang perbedaan kasta darah. Ia memperingatkan bahwa Arjendra tak berhak merebut wilayah mereka sembarangan, namun ancaman perbudakan tetap membayangi karena diskriminasi dalam ras iblis. Ketegangan memuncak dengan perseteruan atas hak wilayah dan status klan.