Di desa, warga mengecam Rangga karena menikahi seorang janda muda dari Keluarga Mahendra dan bahkan mengusir bibinya. Mereka mencela pengeluaran lima puluh tael perak yang dikatakan berasal dari hasil dinas militer; warga menuduh Rangga memprioritaskan membeli janda itu ketimbang membantu ibu. Janda itu, baru dua puluh tiga, menolak dipaksa segera jadi ibu dan menangis. Tekanan warga meningkat: serahkan uang hasil militer dan kembalikan wanita itu ke keluarganya. Episode berakhir dengan ancaman membawa pulang janda itu, sementara keputusan Rangga—menyerahkan uang atau mempertahankan istrinya—masih menggantung.