Bimo mengancam ingin bercerai karena kecewa berat dengan perilaku buruk Vika yang sering mabuk, berjudi, dan membuat berantem. Vika memohon satu kesempatan terakhir sambil berjanji akan berubah dan membuktikan bisa mendapatkan uang 20 juta dalam sebulan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan memberikan ruang baca untuk anak mereka, Roki. Bimo setuju memberikan kesempatan terakhir itu, meski ragu dengan janji Vika. Konflik mereka belum selesai karena masa depan pernikahan dan kesejahteraan Roki masih tergantung pada keberhasilan Vika kali ini.