Pak Marko datang melamar kepada Rina, satu-satunya anak perempuan yang dimilikinya. Ia mengaku semalam dibius dan melakukan hal tidak senonoh, namun berjanji bertanggung jawab dengan menawarkan mahar 1 triliun. Keluarga Rina menyetujui lamaran itu dan menganggap pernikahan tersebut sebagai keberuntungan bagi Rina. Namun, saat Pak Marko meminta jawaban dari Rina, dia menolak dan meminta untuk dilepaskan, menimbulkan konflik yang belum selesai dalam hubungan mereka.